TONNIS....????

Semarang hari ini terasa sangat panas menyengat! Apalagi hari ini ada kuliah praktek!!mending kalo anak kuliah kedokteran atau farmasi!prakteknya pasti di dalam ruangan, ada ACnya so g bakalan bikin item n kepanasan kaya cacing kering! Lha ini??? Kuliah sambil mandi keringat!huuuft…

Yap sebagai mahasiswa PJKR UNNES, atau pendidikan jasmani olah raga, mau ga mau ya kuliahnya di lapangan! Iya, lapangan beneran!!!dan hari ini jadwalnya kuliah tenis, kuliah di lapangan outdoor gara2 lapangan indoornya sedang di rehab!!!agraaaaaaah….TIDAAAAAAAK..! ;p

Namun meski panas2an aku melakukan semuanya dengan senang hati dan riang gembira??? (meski tetep aja g jago olah raga T.T)hehehe..

Hari itu kuliahku g langsung ke materi tennis, tapi perkenalan dulu dengan olah raga yang mirip tenis. Olah raga ini make lapangan badminton, make raket kaya tenis meja, make bola dan peraturan mirip tenis lapangan. Nah lo????bingung kan??wkwkwkwk..puas deh bikin orang bingung. Olah raga ini dinamakan tonis. Kata tonis di ambil dari penggabungan badminton dan tennis.

Ukuran lapangan dan net yang digunakan sama dengan lapangan badminton. Bedanya, tonnis hanya butuh net setinggi 85 cm, hampir sama dengan tinggi jaring tenis lapangan. Raket tonnis yang diberi nama paddle tersebut terbuat dari kayu multiflex dengan ketebalan papan 8-12 mm, panjang 32 cm keseluruhan, dengan pemukul lebar 20 cm, panjang 8 cm dilengkapi dengan tali sebagai pengaman

''Tidak sulit untuk mendapatkan paddle karena bisa dibuat sendiri. Kalau malas membuat, juga bisa membeli dengan harga Rp 25.000/biji. Jadi dengan biaya murah tonnis bisa bganerkembang di perkotaan ataupun di pedesaan,'' ungkap Sri Haryono SPd M Or dan Drs Tri Nurharsono MPd, ( mereka dosenku yang menemukan olah raga tonis loh..)

Bentuk bola yang digunakan sama dengan bola tenis lapangan. Namun, agak ringan dan lebih lentur sehingga kalau dipukul lajunya tidak terlalu kecang

''Bola tenis yang sudah gembos dan gundul juga bisa dimanfaatkan untuk main tonnis. Dengan demikian, olahraga ini murah. Intinya, untuk memperkenalkan gerak dasar permainan tenis lapangan,'' ucap Tri Nurharsono, dosen PJKR UNNES cabang olahraga tenis itu. Dengan harga alat-alat, yaitu paddle dan bola yang murah itu, cabang olahraga ini bisa disebut murah meriah.

waaah..bakalan menemukan kesenangan baru nih... ( berharap bisa jadi atlet tonnis yang masih sedikit saingannya biar bisa jadi juara! hehehe..)








1 komentar:

 

Sorry

MAINTENANCE

under