Monday, December 26, 2011

Wow, HP tercanggih saat ini!

3 komentar
 
Teknologi saat ini memang terus berkembag. terlebih persaingan yang sangat ketat di dunia komunikasi, sehinnga beberapa vendor terus berusaha mengembangkan diri agar bisa terus bersaing. Salah satunya adalah SAMSUNG, pabrikan asaal korea selatan ini segera meluncurkan produk terbarunya.

Sejujurnya, ini baru konsep dan sedang dikembangkan oleh Samsung. Namun, tampaknya waktu peluncuran produk baru ini tidak perlu menunggu lama karena Samsung berniat segera mengenalkan Futuristic Samsung Flexible Displays tahun 2012 mendatang.
Gambar 1: Bentuknya layar tipis dengan teknologi sentuh untuk pengoperasian


Gambar 2: Bisa ditekuk dengan mudah (fleksibilitasnya tinggi)

Gambar 3: Teknologi hologram tiga dimensi membuatnya seolah nyata
amsung memang tidak main-main di bidang teknologi, mereka tidak mau hanya menjadi pengekor kesuksesan korporasi besar semacam Apple Inc.. Setelah sukses dengan smartphone berbasis Android, Samsung ingin melangkah ke tahap selanjutnya dari sebuah kemajuan teknologi.

Soal nama, belum diketahui apa produk resmi tercanggih Samsung ini, jadi sementara tetap kita pakai Futuristic Samsung Flexible Displays. Dengan temuan baru ini, kita bisa berinteraksi dengan dunia digital dan tetap terintegrasi dengan kehidupan nyata.

masih belum percaya?? cek saja videonya:

kita tunggu saja kehadiranya di Indonesia
Readmore...
Thursday, December 15, 2011

Benarkah harimau Jawa Sudah Punah??

0 komentar
 
Gara gara tragedi tewasnya pawang harimau oleh hewan peliharaanya sendiri yang terjadi baru-baru ini di Taman Marga Satwa kabupeten Banjarnegara, akhirnya terpikirkan untuk menulis sedikit tentang harimau atau yang biasa kita sebut macan ini.

Indonesia memang dikenal mempunyai jenis harimau endemik asia yang banyak di temukan di pulau sumatra. Namun sebenarnya kita juga punya harimau yang hidup di pulau jawa, sayangnya harimau jawa (panthera tigris sundaica) sudah di nyatakan punah. Harimau Jawa secara resmi dinyatakan punah sekitar 1980-an karena diburu manusia dan oleh menyempitnya habitat hidup binatang itu menyusul eksploitasi lahan untuk pertanian.

Tapi apakah harimau jawa benar-benar sudah punah?? berikut berbagai artikel yang membahas keberadaan harimau jawa:

Berdasarkan sejumlah informasi warga sekitar hutan lindung, binatang itu mungkin malah belum punah. Pada 1985 misalnya, ada catatan bahwa di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, seekor harimau yang disebut "macan gembong" oleh warga daerah itu, mati ditembak setelah menerkam seorang warga.Dari penelusuran internet, Harimau Jawa dinyatakan punah pada 1980-an. Kabar lain menyebutkan, harimau berbulu garis kuning dan hitam itu punah sekitar 1950-an, dengan perkiraan yang hidup sebelumnya 25 ekor. Pada 1940-an Harimau Jawa hanya ditemukan di hutan-hutan terpencil.

Berbagai usaha dilakukan untuk menyelamatkan harimau ini, diantaranya dengan membuka beberapa taman nasional. Tetapi, areal taman terlalu sempit bagi harimau. Selain itu, mangsanya juga terlalu sedikit. Pada 1950-an, ada 13 ekor Harimau Jawa di Taman Nasional Ujung Kulon. Sekitar sepuluh tahun kemudian angka itu menyusut, sampai kemudian pada 1972 jumlahnya menyusut tinggal tujuh ekor di Taman Nasional Meru Betiri. Meskipun taman nasional dilindungi, warga tetap membuka lahan pertanian sehingga Harimau Jawa tetap saja terancam, hingga kemudian muncul keyakinan bahwa hewan langka ini punah pada 1980-an. Namun, sejumlah warga sekitar Gunung Kotak, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, akhir-akhir ini justru mempercayai Harimau Jawa masih berkeliaran di kawasan perbatasan daerah itu dengan Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur.

Pomo (55), warga Dukuh Growong, Desa Ngroto, Kecamatan Kismantoro, Wonogiri, bahkan mengaku melihat bekas telapak kaki harimau yang diduga Harimau Jawa, sekitar Desember 2009. Menurut Pomo, masyarakat yakin harimau itu ada, meskipun mereka jarang melihatnya langsung. Seluruhnya ada sepuluh desa di Kecamatan Kismantoro, daerah di mana Pomo tinggal. Kesepuluhnya adalah Kismantoro, Gedawung, Gambiranom, Gesing, Lemahbang, Miri, Pucung, Plosorejo, Bugelan, dan Ngroto.

Posisi geografi Kismantoro terbilang kurang menguntungkan jika dibandingkan dengan kecamatan lain di Wonogiri karena sebagian besar merupakan pegunungan kapur yang hampir tandus. Sebagian besar penduduknya hidup sebagai petani tradisional, lainnya merantau bekerja sebagai penjual bakso, mie ayam, dan jamu, sedangkan segelintir lainnya sukses menduduki jabatan penting di instansi pemerintah dan swasta. Letak wilayah terpencil ini sekitar 53 kilometer dari ibukota Kabupaten Wonogiri.

Di timur, berbatasan dengan Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, di selatan berbatasan dengan Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, sebelah barat berbatasan dengan Kecamatan Slogohimo, sementara di utara bertepian dengan Kecamatan Purwantoro.

Melihat harimau

Wilayah yang berada di ketinggian 500 hingga 650 meter di atas permukaan laut tersebut memiliki hutan lindung yang jarang dijamah manusia, sementara sebagian wilayah hutannya dikelola Perum Perhutani. Warga sekitar menduga, di kawasan hutan terpencil inilah Harimau Jawa masih berkeliaran, kendati warga mengaku sulit sekali menemukan Harimau Jawa. Pomo meyakini, Gunung Kotak yang hanya satu kilometer dari tempat tinggalnya dan lima kilometer dari Kantor Kecamatan Kismantoro, telah menjadi sarang Harimau Jawa. "Saya bersama istri, saat pulang dari warung di Desa Ploso pada bulan Desember 2009 menemukan telapak kaki harimau berukuran besar yang diduga Harimau Jawa," katanya.



Selain itu, seorang warga pernah menemukan kotoran harimau di sekitar Gua Watu Ondo yang terletak di kawasan lebih tinggi dari pedukuhan itu. Menurutnya, hingga kini dua jenis harimau yakni macan tutul dan gembong, hidup di Gunung Kotak. Bahkan, macan tutul masih sering terlihat berkeliaran di pedukuhan itu. "Warga masih sering melihat macan tutul, namun jarang melihat langsung Harimau Jawa," katanya. Harimau itu, katanya, tidak pernah mengganggu warga setempat.

Sementara itu, warga lainnya, Yanto (35), menyatakan Harimau Jawa di kawasannya sudah sulit ditemukan meskipun warga yakin jenis harimau itu masih ada di daerahnya itu.Menurutnya, beberapa bulan lalu, sejumlah warga pernah melihat langsung seekor harimau bersama tiga anaknya."Warga sering mencari rumput untuk ternaknya di sekitar Gunung Kotak dan melihat harimau. Tapi tidak jelas, harimau itu jenis apa," katanya. Kepala Lingkungan Mijil, Kelurahan Kismantoro, Tarto, hakul yakin beberapa ekor harimau hidup di kawasan Gunung Kotak. Dia mengaku, warga memang sering menjumpai Macan Tutul, tetapi sulit menemukan Harimau Jawa. Namun warga yang tinggal di sekitar Hutan Gombang di Gunung Kotak tetap meyakini Harimau Jawa masih hidup.

Edy Sutarmun, warga Dusun Kopen, Kecamatan Kismantoro, mengisahkan penelusurannya mengenai keberadaan Harimau Jawa di kawasan Gua Watu Ondo di Gunung Kotak yang diperkirakan menjadi sarang harimau itu. Sebulan sebelum bulan Sura lalu, Edy menemukan jejak kaki harimau dan kotorannya di sekitar Gua Watu Ondo.

Seekor mati

Pada 1985, seekor Harimau Jawa mati ditembak aparat kecamatan setelah menerkam seorang warga yang sedang mencari rumput dekat Gua Watu Ondo. Sejak peristiwa ini Harimau Jawa tak pernah muncul lagi di kawasan Gunung Kotak.Edy yang mengaku pertama kali melihat dan memegang bulu Harimau Jawa saat ditembak mati pada 1985 ini yakin, Harimau Jawa telah pindah sarang, tapi masih di lingkungan sekitar Gunung Kotak.Dia mengisahkan, seekor harimau telah menyerang Soimin, warga setempat yang sedang mencari rumput dekat gua. Saat itu, bersama temannya, setelah salat subuh, Soimin berangkat mencari rumput dekat gua.

Mereka membuat api unggun yang jaraknya 20 meter dari gua untuk menghangatkan badannya.Saat Soimin berjalan melewati mulut gua, seekor harimau menerkamnya. Temannya, yang dalam keadaan luka berteriak-teriak dan berlari meninggalkan tempat itu. Warga kemudian menemukannya dan membawanya ke puskesmas setempat untuk dirawat.Aparat Muspika setempat berhasil memburu harimau itu dan menembak mati, untuk selanjutnya menggotong binatang itu menuju kantor kecamatan.Namun, menurut Asisten Perhutani Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan Wilayah Purwantoro, Kabupaten Wonogiri, Roby, Harimau Jawa tidak mengganggu manusia.

Harimau itu memang sulit ditemukan, tetapi dari pengakuan warga sekitar hutan Wonogiri, binatang itu diduga masih hidup. Sejumlah warga justru mengaku pernah menemukan jejak telapak kaki harimau dan kotorannya, sedangkan yang lain mengaku melihat harimau turun gunung.Namun karena tidak pernah mengganggu manusia, warga tidak pernah memburu harimau-harimau itu.Luas hutan di bawah pengelolaan Perhutani BKPH Purwantoro mencapai 4.800 hektar, mencakup Kecamatan Kismantoro, Purwantoro, Slogoimo, dan Jatiroto. Hutan lindung ini diyakini sebagai tempat tinggal harimau.

Namun, petugas Perhutani yang rutin setiap tiga bulan melaporkan tugasnya ke Perhutani setempat, tidak pernah menyebutkan ada Harimau Jawa di daerahnya."Petugas di lapangan hanya melaporkan hewan yang sering ditemui di hutan Wonogiri antara lain kera, kijang, ayam hutan, dan burung betet. Mereka tidak pernah menemukan harimau," katanya.

Penyelidikan serius

Ironisnya, warga sekitar pertapaan Girimanik, Desa Kitren, Kecamatan Slogoimo, sering melihat harimau yang diklaim sering turun jika ada warga yang membuat api unggun.Sebaliknya, Asisten Perhutani Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Wonogiri Budi Rusmanto menandaskan, petugas lapangan tidak pernah melaporkan temuan Harimau Jawa karena mereka memang tak pernah melihat langsung fauna itu.Tetapi, katanya, pada 2009, petugas mendapat informasi dari warga tentang seekor harimau relatif besar yang melintasi jalan kawasan hutan yang mereka sebut Alas Kethu.

"Warga tidak tahu apakah itu macan tutul atau Harimau Jawa," katanya.Menurutnya, Harimau Jawa diperkirakan masih ada di kawasan itu, meskipun sulit ditemukan.Dari kesaksian dan fakta-fakta itu, klaim punahnya Harimau Jawa tampaknya masih menjadi teka-teki.Sejumlah peneliti dari berbagai organisasi pelindung binatang menyatakan bahwa Harimau Jawa punah, namun warga sekitar hutan seperti di Wonogiri menginformasikan bahwa akhir-akhir ini mereka sering menemukan jejak kaki binatang yang diduga milik Harimau Jawa. Budi berharap, pihak berwenang menindaklanjuti informasi warga mengenai dugaan masih adanya Harimau Jawa itu, dengan menyelenggarakan penyelidikan yang serius."Jika betul-betul masih ada di Wonogiri, khususnya di Kismantoro, sebaiknya dilakukan penyelamatan atas harimau itu," katanya.

Bahkan ada kabar mengejutkan lainya, yaitu saat gunung merapi mau meletus tahun kemarin. sempat diberitakan kemunculan 2 harimau turun gunung. bahkan banyak warga yang merekam jejak kakinya.

Walaupun tidak disertai dengan pembuktian yang nyata, saya harap informasi ini bermanfaat bagi anda yang sedang menapaki jejak keberadaannya. yang pasti perlu adanya penyelidikan lebih serius untuk mengungkap keberadaan harimau jawa. sehingga apabila benar benar di temukan keberadaanya pemerintah harus membuat taman nasional untuk terus menjaga keberadaan dan kelestariannya.

sumber
Readmore...
Tuesday, December 13, 2011

Wajib di tonton, Garuda Di Dadaku 2!

0 komentar
 

Satu lagi film yang wajib kita tonton bulan ini. penasaran film apa??

Masih ingat dengan kisah Bayu (Emir Mahira), bocah kelas enam SD yang memiliki impian jadi pemain bola di film ‘Garuda di Dadaku?’ Dua tahun berselang semenjak kemunculan film tersebut, kini hadir sekuel ‘Garuda di Dadaku 2’.

Meski sutradara berganti dari Ifa Isfansyah menjadi Rudi Soedjarwo, namun penulis skenario tetap dipercayakan kepada Salman Aristo yang juga bertindak sebagai produser.

Apabila dalam film ‘Garuda di Dadaku’, Bayu harus menghadapi sang kakek yang menentang keras cita-citanya sebagai pesepakbola maka di sekuel keduanya ini sang tokoh utama yang mulai beranjak remaja dihadapkan pada pergolakan masa muda dan proses pencarian jati diri.

Tak hanya itu, Bayu juga harus menghadapi sejumlah konflik, baik di sekolah maupun di tim bola. Di tengah konflik tersebut, Bayu mengemban tugas baru sebagai kapten tim nasional yang akan mengikuti liga ASEAN.

“Dengan segala persoalan maupun konflik di sekelilingnya, Bayu harus berproses menjadi dewasa, mengemban tanggung jawab luar biasa besar sebagai kapten tim nasional tapi dia tetap seorang anak-anak. Dinamika itulah yang akan menarik bagi penonton,” ujar Rudi.

Salman menambahkan, perjalanan Bayu di sekuel kedua ini lebih kepada pembuktian. "Apakah Bayu pantas memakai Garuda di dadanya? Itulah yang menjadi dasar film kedua ini," kata Salman.

Film ‘Garuda di Dadaku 2’ masih dibintangi oleh Aldo Tansani (Heri) dan Maudy Koesnaedi (ibunda Bayu). Adapun pelatih timnas, Wisnu diperankan dengan baik oleh aktor yang tengah naik daun, Rio Dewanto. Wisnu digambarkan sebagai pelatih yang keras. Karakter Wisnu yang keras terbentuk karena ia anak dari seorang prajurit militer.

Lain lagi dengan Emir. Akting Emir di film ini terlihat lebih matang dalam memerankan sosok Bayu yang beranjak remaja. Ada beberapa adegan yang tidak banyak dialog, sehingga semua ditampilkan melalui ekspresi wajah. Percakapan juga dibuat sealami mungkin antara Bayu dan teman-temannya, sehingga tidak terlihat kaku.

Sarat Sindiran

Film berdurasi 90 menit ini cocok dinikmati oleh seluruh keluarga, terutama bagi Anda yang memiliki anak yang sedang beranjak remaja. Karena terdapat adegan-adegan manis yang biasa dialami anak remaja ketika pertama kali mengenal rasa suka kepada lawan jenis. Sindiran-sindiran terhadap persepakbolaan di Indonesia juga tak luput ditampilkan Rudi.

Selain itu lawakan-lawakan lucu bang Dulloh (Ramzi) ikut meramaikan alur cerita. Berbeda dengan film sebelumnya, porsi pertandingan sepakbola di dalam sekuel kedua ini memang lebih banyak. Diiringi dengan scoring musik yang mendebarkan membuat pertandingan final menjadi klimaks cerita yang menggigit.

Banyak nilai moral yang bisa diperoleh dari film ini. Antara lain tidak mudah menyerah dan terus mengejar impian. Penasaran dengan kisah Bayu yang mulai beranjak remaja? ‘Garuda Di Dadaku 2’ bisa disaksikan di bioskop-bioskop seluruh Indonesia mulai tanggal 15 Desember 2011

Readmore...