M. Taufik Kuasai etape 2



Pembalap sepeda Pengprov ISSI DI Yogyakarta M Taufik jadi yang tercepat pada Etape II Speedy Tour d’Indonesia (TdI) 2010 kemarin. Pembalap kelahiran Banyuwangi berusia 23 tahun ini mencatat waktu 4 jam, 50 menit, 29 detik.


Posisi kedua direbut Nunung Burhanudin dari Putra Perjuangan Bandung dengan catatan waktu 4 jam, 50 menit, 32 detik.Tempat ketiga diraih Sergey Kudentsov (Polygon Sweet Nice) dengan catatan waktu 4 jam, 50 menit,42 detik. Etape II ini menempuh jarak 204,5 km mulai dari Kota Bandung sampai Kota Cirebon. Selain menjadi rute terpanjang dari 10 etape yang dilalui pada TdI 2010,Etape II memiliki medan yang sulit karena melintasi jalur berliku, tanjakan curam, turunan panjang, banyak lubang, dan kondisi jalan bergelombang.

”Kondisi rute yang berat ini menjadi tantangan bagi para pembalap. Namun,saya tetap berusaha sekuat tenaga berada bersama rombongan terdepan. Setelah berhasil dua kali break bersama rombongan terdepan, menjelang finis saya berusaha menjadi yang terdepan,” ujar Taufik. Sukses ini membuat Taufik berharap bisa masuk dalam skuad tim nasional dan tampil di berbagai event balap sepeda penting.

”Saya ingin sekali bisa masuk tim inti nasional,” kata Taufik. Harapan Taufik tak berlebihan, apalagi penampilannya pada Etape II terbilang konsisten.Pada intermediate sprint pertama di BRI Bareng Nyalindung atau tepat di 121,3 km, dia masuk dalam rombongan pembalap terdepan bersama tiga pembalap lainnya. Ketiga pembalap lainnya adalah Budi Santoso (United Bike Kencana Team), Dadi Suryadi (Putra Perjuangan), dan Warseno (Tirta Cycling Team).

”Sprint pertama sangat berat karena selain jalurnya berupa turunan curam, kondisinya sedang hujan. Hal itu membuat pandangan agak kabur dan menghambat laju sepeda. Namun, itu dapat diatasi,” ungkap Taufik. Selepas dari wilayah Cimalaka dan memasuki Paseh, Kabupaten Sumedang, sekitar pukul 12.30 WIB, hujan cukup lebat mengguyur jalur yang dilalui para pembalap.

Baru setelah memasuki wilayah Tomo, sekitar pukul 13.00 WIB hujan mulai berhenti dan pembalap dapat melaju normal. Tantangan yang dihadapi pembalap bukan hanya medan berat. Kondisi lalu lintas yang semerawut sering kali menghambat,terutama saat melintasi sejumlah pasar tradisional yang tersebar di antara Kabupaten Bandung. Sumedang, Majalengka, hingga Cirebon. Hal itu dikeluhkan Kudentsov yang kali ini finis di urutan ketiga.

”Etape II memang sangat berat bagi saya.Apalagi,kondisi lalu lintas yang semerawut dan kendaraan besar masih ada yang melintas dari arah berlawanan sehingga sangat membahayakan pembalap,”papar pembalap asal Rusia ini. Meskipun Kudentsov hanya finis di urutan ketiga,dia tetap berhak menggunakan yellow jersey. Berdasarkan klasemen umum,Kudentsov mencatatkan waktu terbaik dari dua etape yang sudah dilalui, yaitu 5 jam,6 menit,30 detik.

”Ini berkat bantuan teman-teman yang bekerja sama tampil kompak secara tim,”katanya. Posisi kedua dan ketiga klasemen umum pun masih dikuasai pembalap Polygon Sweet Nice, yaitu Herwin Jaya dan Hari Fitrianto (5 jam, 6 menit, 30 detik). Pada Etape II ini keduanya tidak masuk dalam 10 besar pemain yang finis tercepat. Meski demikian, Herwin masih memimpin klasemen umum pembalap tercepat untuk kategori peserta dalam negeri. Herwin pun berhak mengenakan red and white jersey yang sebelumnya dikenakan Matnur, rekan satu timnya di Polygon Sweet Nice.

0 komentar:

Posting Komentar

 

Sorry

MAINTENANCE

under