KULIAH

Banyak yang beranggapan kalau kita sudah menjadi mahasiswa, akan sangat berbeda bila dibandingkan saat kita masih sekolah dulu. Pertanyaan yang aneh, kan emang udah jelas2 beda semuanya!!? Mulai dari jenis materi yang kita pelajari, penampilan dengan tidak mengenakan seragam sekolah, tugas yang seakan ga pernah ada habisnya, ngerasain jadi anak kos, hingga mengalami bagaimana susahnya mengatur keuangan untuk hidup di perantauan, jauh dari rumah dan orang tua.

Namun yang akan saya bahas di sini bukanlah perbedaan dan perubahan seperti di atas. Yang saya maksud di sini adalah, perubahan dalam cara hidup bersosial. Cara berhubungan dengan sesama, menjalin hubungan pertemanan....

dengan mahasiswa lainya. Banyak dikatakan bahwa saat berada dalam fase kuliah, tidak ada lagi yang dinamakan teman sejati, sahabat karib, kawan senasib sepenanggungan, susah duka bersama, atau apalah sebutanya. Yang intinya mengacu pada teman satu kuliah yang mau saling membantu, saling bekerja sama, saling berbagi. layaknya waktu kita sekolah dulu, pasti kita selalu punya teman yang siap sedia apapun situasinya. Susah ataupun duka. Teman yang mau diajak bolos bareng, mau diconteki ;p, bekerja sama dalam hal apapun, dan selalu saling memberitahukan bila ada kabar2 penting. Entah itu pelajaran atau bahkan sampai gosip gak penting yang beredar di sekolah. Yang jelas kita pasti punya teman2 yang selalu ada buat kita.

Lantas sekarang pertanyaanya, apakah kalian (yang kuliah) tetap mempunyai teman teman seperti yang saya maksud di atas?? Saya yakin semua akan menjawab kompak ,“yap,,punya!”. Bahkan kita rasakan mereka lebih dekat daripada teman2 kita dulu, karena memang hanya merekalah yang kita punya saat ini, di tempat perantauan ini.
Tapi, kemudian akan lahir pertanyaan selanjutnya. Apakah mereka loyal seperti teman teman kita dulu di SMA? Apakah mereka besaing secara sehat untuk menjadi rangking satu di kelas? Apakah mereka mau berbagi fotocopy materi, mau saling mencontek, mau saling membantu dalam kesusahan? saat telat, saat kita tidak bisa masuk kuliah, saat kita benar benar butuh pertolonganya??? Rasa rasanya kebanyakan dari kita akan mengerutkan dahi untuk menjawabnya.

Ya, apa yang dikatakan orang orang bahwa saat kuliah, semuanya berubah memang benar adanya. Kita “benar benar sendiri”. Kita seakan hidup di koloni robot, yang semuanya sudah berjalan sendiri dengan chip yang tertanam diotaknya masing2. Jarang kita temui lagi teman yang mau benar2 berbagi, mereka pasti lebih mementingkan kepentingan pribadi masing masing. Termasuk kita tentunya.

Di satu sisi, memang hal tersebut baik. Dengan demikian kita dituntut untuk menjadi pribadi yang mandiri, dan mampu menghadapi situasi situasi sulit tanpa mengandalkan orang lain. Tapi bila kemudian hal tersebut berubah menjadi sebuah persaingan yang tidak sehat?? berusaha mendapatkan apa yang kita mau dengan cara2 yang tidak bijak?? Tentunya hal ini merupakan sesuatu yang tidak baik.Sebagai contoh, Bila ada info beasiswa datang, seolah semua mulut mahasiswa terkunci rapat. Semua orang serasa mengetahui rahasia penting yang tidak boleh sampai bocor ke siapapun. Jika tiba2 ada teman menanyakan info tersebut, pasti dengan enteng akan kita jawab “maaf, aku juga ga tau tuh..!” . Jangankan untuk kita sebarluaskannya, Kertas info pengumuman yang terpampang di mading aja, pagi di pasang, siang sudah raib di amankan oleh oknum2 mahasiswa seperti kita ini.Itu hanya sekedar contoh kecil, tak jarang dari kita akan tersenyum licik bila mendengar teman yang mendapat masalah dengan kuliahnya. Entah nilai yang gak keluar, trouble dengan dosen, tugas yang lum kelar dan sebagainya. Dengan muka tampak sedih, kita seolah ikut iba dan prihatin, walaupun sebenarnya dalam hati tersenyum puas karena bukan kita yang mengalaminya, kita merasa masalah yang mereka hadapi itu tidak ada hubunganya dengan diri kita, yang ada hanyalah karena ketololan mereka, dan akhirnya kita akan merasa menjadi lebih baik dari pada mereka. Hahahaha iya kan?... ayolah akui saja..!

Itulah sedikit gambaran yang terjadi di dunia pendidikan kita, atau mungkin di seluruh dunia. Entahlah, yang pasti saya terkadang juga mengalaminya. Mengalami menjadi mahasiswa licik, mahasiswa yang ingin menang sendiri, menjadi terdepan dan pertama dengan menghalalkan segala cara. Meskipun saya telah berusaha sekuat tenaga untuk menghindarinya, tapi hal tersebut seeprti sudah melekat pada diri kita.
Mungkin tulisan yang tak berguna ini sedikit banyak menggambarkan kehidupan kita saat kuliah. Bukanya mau sok suci dan menggurui, tapi ayoo teman, semua saja yang sudah merasakan kuliah. Mulai saat ini, bersainglah secara sehat, secara sportif. Bukan hasil yang membuat kita menjadi sukses, tapi proses mendapatkanya.
Dan bagi yang belum, yang sekarang masih asik di bangku sekolah, dengan semua kebutuhan dan tetek bengek yang selalu disiapkan oleh orang tua, guru, dan sahabat kita, bersiaplah menghadapi fase ini. Bersiaplah menjadi pribadi yang mandiri, yang mampu berdiri kokoh tanpa mengharap belas kasih orang lain, bersiap menjadi seorang yang mempunyai jiwa sportif, yang mau berjuang bersama meraih impian kita..

Sudah siapkah kita???

0 komentar:

Posting Komentar

 

Sorry

MAINTENANCE

under