Wisata ke Dieng di Banjarnegara



Dieng Salah satu Tujuan Wisata Dataran Tinggi diJawa Tengah, yang sangat unik di Dieng adalah dataran tinggi yang curam dan terjal tetapi ditanami oleh berbagai macam tanaman dan sayuran. Sejak dahulu kawasan dataran tinggi dieng yang terletak di kabupaten Banjarnegara ini dikenal sebagai pusat berbagai macam tanaman dan sayuran, selain itu suasana pagi Dieng terasa sangat sejuk dan kita tidak tahu kapan kabut turun yang membuat suasana menjadi lebih mistis...


Eksotika Pemandangan kawasan ini sudah tidak diragukan lagi, ada banyak objek Landscape yang dapat anda nikmati. Seperti Telaga Warna salah satu telaga yang paling banyak dikunjungi oleh wisatawan, disini kita bisa menikmati 3 macam telaga biru, hijau dan coklat. Walaupun masih banyak telaga yang lain seperti telaga Merdada, Sumurup dan Pengilon.
Selain objek wisata Telaga dan pemandangan, kita bisa menikmati objek Arsitektur Sejarah. Disini terdapat situs reruntuhan candi purbakala hindu yang konon dibangun bersamaan dengan zaman dengan dibangunnya Candi Borobudur, sekitar abad ke-8 Masehi, dulu merupakan pusat penyebaran agama Hindu pertama di Jawa Tengah. Para ahli arkeolog yakin komunitas hindu didataran tinggi dieng adalah awal lahirnya Dinasty Syailendra yang pada jamannya membangun candi yang monumental dalam sejarah. Selain reruntuhan candi kita juga menemukan reruntuhan sisa – sisa kerajaan masa lampau. Yang unik, candi-candi disekitar dieng ini dinamai tokoh-tokoh pewayangan Pandawa Lima. Ada empat kelompok candi yakni kelompok Candi Dwarawati dan Parikesit, kelompok Candi Dwarawati Timur, kelompok Candi Setyaki, Ontorejo, Petruk, Nala Gareng, dan Nakula-Sadewa, serta kelompok Candi Arjuna, Semar, Sembodro, Puntadewa, dan Srikandi.Kelompok bangunan candi dieng ini terletak pada ketinggian 2.000 meter di atas permukaan laut dan ditemukan pada sekitar tahun 1800.

Kawah didataran tinggi Dieng tergolong masih aktif, karena masih mengeluarkan belerang panas dan beberapa ada yang beracun. Jika anda tertarik untuk mengunjungi beberapa kawah yang terdapat di kawasan ini sebaiknya menanyakan kepada penduduk sekitar, kawah mana saja yang cukup aman dikunjungi. Salah satu kawah yang terkenal adalah kawah candradimuka, yang dinamai menurut cerita Gatot Kaca dilebur dikawah tersebut. Jalan untuk menuju tempat ini sangatlah menanjak dan jalan yang berliku sangat tajam.

Dataran Tinggi dieng hanya mempunyai satu akses masuk, yaitu dari wonosobo jika ingin kesini anda harus melewati daerah ini terlebih dahulu. Sedangkan jika anda dari arah Yogyakarta sebaiknya dari arah magelang dan terus ke wonosobo. Dan bersiaplah menikmati pesona alam Dieng yang Eksotik


Tips n Trik :

1. Sebaiknya ke kawasan dieng anda sampai sebelum matahari terbit, karena cuaca dieng termasuk unik. Selain menikmati Sunrise dari balik dataran tinggi pegunungan cuaca bagus disini sangat cepat, mungkin karena iklim pegunungan yang cepat berubah dan sering turun kabut secara tiba-tiba.
2. kondisi cuaca yang sangat baik disini dari jam 6 sampai jam 9 pagi, jadi persiapkan diri anda mau keobjek mana saja dalam waktu 3 jam.

3. panorama yang eksotik, anda banyak membutuhkan lensa sudut lebar(wide) seperti 12-24mm, 18-70mm dll. Karena disini terdapat banyak sekali pemandangan yang memukau.

4. tidak banyak objek human interest disini, tetapi untuk berjaga jaga. Ada baiknya anda mempersiapkan lensa tele 80-200mm atau semi 24-120mm. anda bisa mempergunakan untuk mengambil petani atau human interest dipasar.

sekedar info tambahan :
Cuaca ekstrim di dieng terjadi pada pertengahan tahun, sekitar bulan juli-agustus yg suhunya bisa mencapai titik beku (nol derajat). Embun2 di rumput pun sampai mengkristal jadi butiran2 es. Karena suhu digunung berbalik dg suhu di dataran rendah. Kalau saat musim kemarau, suhu di gunung malah tinggi.

Kalau mau bertemu dg anak gimbal, coba saja datang ke dieng plateau teather yg ada di depan pintu masuk candi arjuna. Salah seorang petugas disana anaknya berambut gimbal. Dari cerita mas2 itu, anaknya pernah mengalami sakit panas, dibawa ke dokter tapi tdk diketahui penyakitnya apa. Dikasih obat pun tidak manjur. Ternyata anak itu menginginkan sesuat, saat dibawa ke pasar dan dituruti keinginannya penyakitnya langsung sembuh. Believe it or not, tapi itu cerita langsung dari orang tuanya sendiri.

Biaya Retribusi tempat Masuk : Rp.12.000 / orang
itu udah meliputi 4 obyek wisata : yaitu telaga pengilon, kawah sikidang, dieng theatre, dan komplek candi Arjuna, dan candi Bima.

parkir ditiap tempat Obyek wisata ( untuk Motor roda 2 ) Rp.2000,- /motor
untuk telaga pengilon ada tambahan sebesar Rp.2000,- /orang ( dari dinas kehutanan ).







1 komentar:

 

Sorry

MAINTENANCE

under