Showing posts with label Tugas PJKR. Show all posts
Showing posts with label Tugas PJKR. Show all posts

Thursday, January 13, 2011

KULIAH

Banyak yang beranggapan kalau kita sudah menjadi mahasiswa, akan sangat berbeda bila dibandingkan saat kita masih sekolah dulu. Pertanyaan yang aneh, kan emang udah jelas2 beda semuanya!!? Mulai dari jenis materi yang kita pelajari, penampilan dengan tidak mengenakan seragam sekolah, tugas yang seakan ga pernah ada habisnya, ngerasain jadi anak kos, hingga mengalami bagaimana susahnya mengatur keuangan untuk hidup di perantauan, jauh dari rumah dan orang tua.

Namun yang akan saya bahas di sini bukanlah perbedaan dan perubahan seperti di atas. Yang saya maksud di sini adalah, perubahan dalam cara hidup bersosial. Cara berhubungan dengan sesama, menjalin hubungan pertemanan....

dengan mahasiswa lainya. Banyak dikatakan bahwa saat berada dalam fase kuliah, tidak ada lagi yang dinamakan teman sejati, sahabat karib, kawan senasib sepenanggungan, susah duka bersama, atau apalah sebutanya. Yang intinya mengacu pada teman satu kuliah yang mau saling membantu, saling bekerja sama, saling berbagi. layaknya waktu kita sekolah dulu, pasti kita selalu punya teman yang siap sedia apapun situasinya. Susah ataupun duka. Teman yang mau diajak bolos bareng, mau diconteki ;p, bekerja sama dalam hal apapun, dan selalu saling memberitahukan bila ada kabar2 penting. Entah itu pelajaran atau bahkan sampai gosip gak penting yang beredar di sekolah. Yang jelas kita pasti punya teman2 yang selalu ada buat kita.

Lantas sekarang pertanyaanya, apakah kalian (yang kuliah) tetap mempunyai teman teman seperti yang saya maksud di atas?? Saya yakin semua akan menjawab kompak ,“yap,,punya!”. Bahkan kita rasakan mereka lebih dekat daripada teman2 kita dulu, karena memang hanya merekalah yang kita punya saat ini, di tempat perantauan ini.
Tapi, kemudian akan lahir pertanyaan selanjutnya. Apakah mereka loyal seperti teman teman kita dulu di SMA? Apakah mereka besaing secara sehat untuk menjadi rangking satu di kelas? Apakah mereka mau berbagi fotocopy materi, mau saling mencontek, mau saling membantu dalam kesusahan? saat telat, saat kita tidak bisa masuk kuliah, saat kita benar benar butuh pertolonganya??? Rasa rasanya kebanyakan dari kita akan mengerutkan dahi untuk menjawabnya.

Ya, apa yang dikatakan orang orang bahwa saat kuliah, semuanya berubah memang benar adanya. Kita “benar benar sendiri”. Kita seakan hidup di koloni robot, yang semuanya sudah berjalan sendiri dengan chip yang tertanam diotaknya masing2. Jarang kita temui lagi teman yang mau benar2 berbagi, mereka pasti lebih mementingkan kepentingan pribadi masing masing. Termasuk kita tentunya.

Di satu sisi, memang hal tersebut baik. Dengan demikian kita dituntut untuk menjadi pribadi yang mandiri, dan mampu menghadapi situasi situasi sulit tanpa mengandalkan orang lain. Tapi bila kemudian hal tersebut berubah menjadi sebuah persaingan yang tidak sehat?? berusaha mendapatkan apa yang kita mau dengan cara2 yang tidak bijak?? Tentunya hal ini merupakan sesuatu yang tidak baik.Sebagai contoh, Bila ada info beasiswa datang, seolah semua mulut mahasiswa terkunci rapat. Semua orang serasa mengetahui rahasia penting yang tidak boleh sampai bocor ke siapapun. Jika tiba2 ada teman menanyakan info tersebut, pasti dengan enteng akan kita jawab “maaf, aku juga ga tau tuh..!” . Jangankan untuk kita sebarluaskannya, Kertas info pengumuman yang terpampang di mading aja, pagi di pasang, siang sudah raib di amankan oleh oknum2 mahasiswa seperti kita ini.Itu hanya sekedar contoh kecil, tak jarang dari kita akan tersenyum licik bila mendengar teman yang mendapat masalah dengan kuliahnya. Entah nilai yang gak keluar, trouble dengan dosen, tugas yang lum kelar dan sebagainya. Dengan muka tampak sedih, kita seolah ikut iba dan prihatin, walaupun sebenarnya dalam hati tersenyum puas karena bukan kita yang mengalaminya, kita merasa masalah yang mereka hadapi itu tidak ada hubunganya dengan diri kita, yang ada hanyalah karena ketololan mereka, dan akhirnya kita akan merasa menjadi lebih baik dari pada mereka. Hahahaha iya kan?... ayolah akui saja..!

Itulah sedikit gambaran yang terjadi di dunia pendidikan kita, atau mungkin di seluruh dunia. Entahlah, yang pasti saya terkadang juga mengalaminya. Mengalami menjadi mahasiswa licik, mahasiswa yang ingin menang sendiri, menjadi terdepan dan pertama dengan menghalalkan segala cara. Meskipun saya telah berusaha sekuat tenaga untuk menghindarinya, tapi hal tersebut seeprti sudah melekat pada diri kita.
Mungkin tulisan yang tak berguna ini sedikit banyak menggambarkan kehidupan kita saat kuliah. Bukanya mau sok suci dan menggurui, tapi ayoo teman, semua saja yang sudah merasakan kuliah. Mulai saat ini, bersainglah secara sehat, secara sportif. Bukan hasil yang membuat kita menjadi sukses, tapi proses mendapatkanya.
Dan bagi yang belum, yang sekarang masih asik di bangku sekolah, dengan semua kebutuhan dan tetek bengek yang selalu disiapkan oleh orang tua, guru, dan sahabat kita, bersiaplah menghadapi fase ini. Bersiaplah menjadi pribadi yang mandiri, yang mampu berdiri kokoh tanpa mengharap belas kasih orang lain, bersiap menjadi seorang yang mempunyai jiwa sportif, yang mau berjuang bersama meraih impian kita..

Sudah siapkah kita???

Wednesday, March 18, 2009

METODOLOGI PENELITIAN PENDIDIKAN II

Materi 2. Ragam Penelitian Eksperimental

Ide “bila ini dilakukan, apa yang akan terjadi?” sebagai dasar dari penelitian eksperimental telah dibahas dalam pertemuan minggu lalu. Ide ini merupakan wujud dari konsep hubungan sebab-akibat; peneliti ‘merancang’ suatu sebab untuk mengetahui akibatnya. Namun demikian, bukan hal mudah untuk merancang suatu penelitian ‘sebab-akibat’, khususnya untuk memutuskan mana yang menjadi ‘sebab’ dan mana yang akan dilihat sebagai ‘akibatnya’. Peneliti harus memiliki argumen yang kuat bahwa yang didudukkan sebagai ‘sebab’ benar-benar merupakan faktor ‘yang mendahului’ akibat.

Beberapa contoh desain sederhana dalam penelitian eksperimental
a. One-shot case study → T – O (treatment – observation)
Merupakan bentuk eksperimen yang paling sederhana, dan mengandung resiko kesalahan dalam penarikan kesimpulan, serta banyak sekali kelemahannya. Dengan desain ini, penelitian yang dilakukan dapat diilustrasikan sebagai berikut:

Ingin diketahui “bagaimana pengaruh sarapan sereal terhadap berat badan siswa kelas lima SD?”


Sampel → treatment/perlakuan (T) → diukur hasilnya (O)
↓ ↓ ↓
Siswa kelas 5 SD → sarapan sereal → ditimbang berat badannya


Sebagai modifikasi, dengan tujuan untuk membuat penelitian sedikit lebih cermat, dapat dilakukan seperti berikut ini:


Sampel → treatment/perlakuan (T) → diukur hasilnya (O)
↓ ↓ ↓
Siswa kls 5 SD → sarapan sereal → ditimbang berat badannya
(kel.eksperimen)

Siswa kls 5 SD → ……………... → ditimbang berat badannya
(kel.kontrol)



b. Pretest-posttest design → O – T – O (observation-treatment-observation)
Merupakan bentuk penelitian eksperimental yang sudah sedikit lebih cermat dibanding desain yang di atas. Pada penelitian semacam ini peneliti terlebih dahulu melakukan tes awal.......

untuk mengetahui kondisi awal sampel sebelum diberi perlakuan. Ilustrasinya adalah sebagai berikut:

Sampel → pre-test /tes awal → perlakuan → post-test/tes akhir
↓ ↓ ↓ ↓
Siswa 5SD→ timbang berat bdn → sarapan sereal → timbang berat bdn


Dengan kemungkinan modifikasi untuk meningkatkan kecermatan penelitian, adalah sebagai berikut:

Sampel → pre-test /tes awal → perlakuan → post-test/tes akhir
↓ ↓ ↓ ↓
Siswa 5SD → timbang berat bdn → sarapan sereal → timbang berat bdn
(kel.eksperimen)

Siswa 5SD → timbang berat bdn → ……………... → timbang berat bdn
(kel.kontrol)


Pemanfaatan ‘kelompok kontrol’ digunakan sebagai pembanding dari kelompok eksperimen, yang pada dasarnya dapat membantu peneliti untuk mengajukan argumen yang rasional mengenai hasil penelitian. Contoh:

Pada penelitian yang tidak menggunakan kelompok kontrol, peneliti hanya dapat mengatakan bahwa : setelah diberi sarapan sereal, ada peningkatan berat badan siswa SD kelas 5 (dilihat dari selisih berat badan sebelum dan sesudah diberi sarapan sereal); sementara bila ada kelompok kontrol, maka peneliti dapat mengatakan bahwa : siswa kelas 5 SD mengalami peningkatan berat badan yang lebih banyak dibanding yang tidak diberi sarapan sereal.

Perlu dipahami bahwa pada dasarnya yang dimaksud dengan kelompok kontrol adalah kelompok yang “tidak diberi perlakuan” sebagaimana yang diberikan pada kelompok eksperimen; namun pada contoh masalah/kasus penelitian di atas, bukan berarti bahwa siswa SD kelas 5 yang berada dalam kelompok kontrol sama sekali “tidak sarapan”. Mereka tetap sarapan sebagaimana yang biasa mereka makan sehari-hari.

Berbeda halnya dengan contoh berikut ini:
Ingin diketahui “bagaimana pengaruh pemberian vitamin A terhadap kesehatan mata siswa kelas 5 SD?” Pada kasus semacam ini, peneliti dapat melakukan 2 hal:

1. Kelompok eksperimen diberi vitamin A
Kelompok kontrol sama sekali tidak diberi apa-apa

atau

2. Kelompok eksperimen diberi vitamin A
Kelompok kontrol diberi gula-gula yang menyerupai vitamin A, tetapi sama sekali tidak mengandung vitamin A

Pada contoh 2 di atas, pemberian gula-gula yang menyerupai vitamin A pada kelompok kontrol disebut “placebo”. Placebo adakalanya perlu dilakukan untuk menghindari ‘kecemburuan’ yang kemungkinan terjadi di antara 2 kelompok penelitian.


Diskusi kelompok (@ 2-3 orang per kelompok)

Dengan merujuk pada contoh-contoh yang sudah diberikan, rumuskan suatu masalah penelitian yang sederhana dalam bidang pendidikan jasmani atau keolahragaan, tentukan desain semacam apa yang akan digunakan. Berikan argumen mengapa desain tersebut yang Anda pilih.


Wednesday, March 11, 2009

SEJARAH OLAH RAGA BOLA BASKET

Permainan bola basket diciptakan oleh Prof. Dr. James A. Naismith salah seorang guru pendidikan jasmani Young Mens Christian Association (YMCA) Springfield, Massachusets, Amerika Serikat pada tahun 1891. Gagasan yang mendorong terwujudnya cabang olahragabaru ini ialah adanya kenyataan bahwa waktu itu keanggotaan dan pengunjung sekolah tersebut kian hari kian merosot. Sebab utamanya adalah rasa bosan dari para anggota dalam mengikuti latihan olahraga Senam yang gerakannya kaku. Di samping itu kebutuhan yang dirasakan pada musim dingin untuk tetap melakukan olahraga yang menarik semakin mendesak.
Dr. Luther Gullick, pengawas kepala bagian olahraga pada sekolah tersebut menyadari adanya gejala yang kurang baik itu dan segera menghubungi Prof. Dr. James A. Naismith serta memberi tugas kepadanya untuk menyusun suatu kegiatan olahraga yang baru yang dapat dimainkan di ruang tertutup pada sore hari.
Dalam menyambut tugasnya itu Nasimith menyusun suatu gagasan yang sesuai dengan kebutuhan ruang tertutup yakni permainan yang tidak begitu keras, tidak ada unsur menendan, menjegal dan menarik serta tidak sukar dipelajari. Langkah pertama, diujinya gubahan dari permainan Footbal, Baseball, Lacrose dan Sepakbola. Tetapi tidak satupun yang cocok dengan tuntutannya. Sebab disamping sulit dipelajari, juga permainan tersebut masih terlalu keras untuk dimainkan di ruangan tertutup yang berlampu.

Dari hasil percobaan yang dilakukan itu Naismith akhrinya sampai pada kesimpulan bahwa permainan yang baru itu harus mempergunakan bola yang bentuknya bulat, tidak menjegal, dan harus menghilangkan gawang sebagai sasarannya. Untuk menjinakkan bola sebagai pengganti menendang dilakukan gerakan mengoper dengan tangan serta menggiring bola (dribbling) sebagai puncak kegairahan, gawang diganti dengan sasaran lain yang sempit dan terletak di atas para pemain, sehingga dengan obyek sasaran yang demikian pengutamaan tembakan tidak terletak pada kekuatan seperti yang terjadi pada waktu menendang, melainkan pada ketepatan menembak...



Semula Naismith akan menggunakan kotak kayu untuk sasaran tembakan tersebut, tetapi berhubung waktu percobaan dilakukan yang ada hanya keranjang (basket) buah persik yang kosong, maka akhirnya keranjang itulah dijadikan sasaran tembakan. Dari perkataan basket ini kemudian permainan baru yang ditemukan Prof. Dr. James A. Naismith tersebut dinamakan Basketball.
Beberapa catatan penting dalam perkembangan bola basket.
1.Tahun 1891 : Prof. Dr. James A. Naismith menemukan permainan Bola Basket
2.Tahun 1892 : Untuk pertama kali Naismith memperkenalkan permainan Bola Basket kepada masyarakat (Amerika)
3.Tahun 1894 : Prof. Dr. James A. Naismith dan Dr. Luther Gullick untuk pertama kali mengeluarkan peraturan permainan resmi.
4.Tahun 1895 : Kata Basketball secara resmi diterima dan dimasukkan ke dalam perbendaharaan bahasa Inggris.
5.Tahun 1913 : Untuk pertama kali diadakan Kejuaraan Bola Basket Far Eastern. Pada kesempatan tersebut regu Phillipina mengalahkan Cina.
6.Tahun 1918 : Tentara pendudukan Amerika dan anggota YMCA memperkenalkan permainan Bola Basket di banyak negara Eropa.
7.Tahun 1919 : Dalam Olympiade Militer di Joinville, permainan Bola Basket termasuk salah satu cabang olahraga yang dipertandingkan.
8. Tahun 1932 : Untuk pertama kali diadakan Kongres Bola Basket bertempat di Jenewa Swiss. Para peserta yang hadir adalah : Argentina, Cekoslowakia, Yunani, Italia, Portugal, Rumania dan Swiss. Keputusan penting yang dihasilkan adalah terbentuknya Federasi Bola Basket Internasional - Federation International de Basketball (FIBA)
9.Tahun 1933 : Untuk pertama kali diselnggarakan kejuaraan Dunia Bola Basket Mahasiswa di kota Turin - Italia.
10.Tahun 1935 : Dalam Kongres Komite Olympiade Internasional, Bola Basket diterima sebagai salah satu nomor pertandingan Olympiade.
11.Tahun 1936 : Untuk pertama kali Bola Basket dipertandingkan dalam Olympiade Berlin. Dua puluh dua negara ikut serta. Juaranya adalah USA, Kanada dan Meksiko.
12.Tahun 1939 : Prof. Dr. James A. Naismith meninggal dunia.


Perkembangan Bola Basket di Indonesia

Di tengah-tengah gejolak revolusi bangsa dalam mempertahankan kemerdekaan yang telah direbut itu, permainan Bola Basket mulai dikenal oleh sebagian kecil rakyat Indonesia, khususnya yang berada di kota perjuangan dan pusat pemerintahan Rakyat Indonesia, Yogyakarta serta kota terdekat Solo. Nampaknya, ancaman pedang dan dentuman meriam penjajah tidak menjadi penghalang bagi bangsa Indonesia untuk melakukan kegiatan olahraga, termasuk permainan Bola Basket. Bahkan dengan dilakukannya kegiatan-kegiatan olahraga tersebut semangat juang bangsa Indonesia untuk mempertahankan tanah airnya dari ancaman para penjajah yang menginginkan kembali berkuasa semakin membaja. Terbukti pada bulan September 1948, di kota Solo diselenggarakan Pekan Olahraga Nasional (PON) Pertama yang mempertandingkan beberapa cabang olahraga, diantaranya Bola Basket. Dalam kegiatan tersebut ikut serta beberapa regu, antara lain : PORO Solo, PORI Yogyakarta dan Akademi Olahraga Sarangan.

Mengenal Permainan Bola Basket

Permainan Bola Basket dimainkan oleh dua regu yang berlawanan. Tiap-tiap regu yang melakukan permainan di lapangan terdiri dari 5 orang, sedangkan pemain pengganti sebanyak-banyaknya 7 orang, sehingga tiap regu paling banyak terdiri dari 12 orang pemain.
Permainan Bola Basket dimainkan di atas lapangan keras yang sengaja diadakan untuk itu, baik di lapangan terbuka maupun di ruangan tertutup. Pada hakekatnya, tiap-tiap regu mempunyai kesempatan untuk menyerang dan memasukkan bola sebanyak-banyaknya keranjang sendiri untuk sedapat mungkin tidak kemasukan.
Secara garis besar permainan Bola Basket dilakukan dengan mempergunakan tiga unsur teknik yang menjadi pokok permainan, yakni : mengoper dan menangkap bola (pasing and catching), menggiring bola (dribbling), serta menembak (shooting).
Ketiga unsur teknik tadi berkembang menjadi berpuluh-puluh teknik lanjutan yang memungkinkan permainan Bola Basket hidup dan bervariasi. Misalnya, dalam teknik mengoper dan menangkap bola terdapat beberapa cara seperti : tolakan dada (chest pass), tolakan di atas kepala (overhead pass), tolakan pantulan (bounce pass), dan lain sebagainya. Dalam rangkaian teknik ini, dikenal pula sebutan pivot yakni pada saat memegang bola, salah satu kaki bergerak dan satu kaki lainnya tetap di lantai seabgai tumpuan.
Teknik menggiring bola berkaitan erat dengan traveling, yakni gerakan kaki yang dianggap salah karena melebihi langkah yang ditentukan. Juga double dribble suatu gerakan tangan yang dilarang karena menggiring bola dengan kedua tangan atau menggiring bola untuk kedua kalinya setelah bola dikuasai dengan kedua tangan.
Teknik menembak berkaitan erat dengan gerak tipu, lompat, blok dan lain sebagainya. Begitu banyak teknik permainan yang harus dikuasai oleh seorang pemain Bola Basket, sehingga sulit untuk diperinci satu-persatu dalam tulisan ini. Namun demikian, dengan menguasai ketiga unsur teknik pokok tadi serta beberapa lanjutannya, seseorang sudah dapat melakukan permainan Bola Basket, walaupun tidak sempurna.

Ketentuan bermain dan bertanding.

Seperti telah diuraikan di atas permainan Bola Basket dimainkan oleh dua regu, masing-masing terdiri dari 5 orang pemain. Wasit yang memimpin terdiri dari 2 orang yagn senantiasa berganti posisi. Waktu bermain yang resmi 2 x 20 menit bersih, tidak termasuk masa istirahat 10 menit, time out, dua kali bagi masing-masing regu tiap babak selama 1 menit, saat pergantian pemain dan atau peluit dibunyikan wasit karena bola ke luar lapangan atau terjadi pelanggaran/kesalahan seperti foul dan travelling. Apabila dalam pertandingan resmi (yang dimaksud disini bukan pertandingan persahabatan) terjadi pengumpulan angka sama, waktu diperpanjang sekian babak (tiap 5 menit) sampai terjadi perbedaan angka.
Khusus untuk permainan Mini Basket yang diperuntukkan anak-anak di bawah umur 13 tahun, diberlakukan peraturan tersendiri yang agak beda, antara lain : bola yang dipergunakan lebih kecil dan lebih ringan, pemasangan keranjang yang lebih rendah, waktu pertandingan 4 x 10 menit dengan 3 kali istirahat dan lainnya lagi seperti dalam hal penggantian pemain.

Peraturan permainan yang dipergunakan sangat tergantung daripada peraturan PERBAIS/FIBA mana yang berlaku. Misalnya pada tahun 1984, peraturan permainan yang berlaku adalah Peraturan Permainan PERBASI/FIBA tahun 1980 - 1984.

Alat-Alat Perlengkapan dan Lapangan

Berdasarkan Peraturan Permainan PERBASI/FIBA tahun 1980 - 1984, alat-alat perlengkapan dan lapangan terdiri dari :
1. Bola Basket
Terbuat dari karet yang menggelembung dan dilapisi sejenis kulit, karet atau sintesis. Keliling bola tidak kurang dari 75 cm dan tidak lebih dari 78 cm, serta beratnya tidak kurang dari 600 gram dan tidak lebih dari 650 gram. Bola tersebut dipompa sedemikan rupa sehingga jika dipantulkan ke lantai dari ketinggian 180 cm akan melambung tidak kurang dari 120 cm tidak lebih dari 140 cm.

2. Perlengkapan Teknik
2.1. Untuk pencatatan waktu diperlukan sedikitnya 2 buah stopwatch, satu untuk pencatat waktu dan satu lagi untuk time out.
2.2. Alat untuk mengukur waktu 30 detik
2.3. Kertas score (Scoring Book) untuk mencatat/merekam pertandingan.
2.4. Isyarat - scoring board, tanda kesalahan perorangan yakni angka 1 sampai dengan 5, serta bendera merah dua buah untuk kesalahan regu.

3. Lapangan

3.1. Lapangan Permainan
Berbentuk persegi panjang dengan ukuran panjang 26 m dan lebar 14 m yang diukur dari pinggir garis batas. Variasi ukuran diperolehkan dengna menambah atau mengurangi ukuran panjang 2 m serta menambah atau mengurangi ukuran lebar 1 m. Di lapangan ini terdapat beberapa ukuran seperti : lingakaran tengah, dan lain sebagainya yang secara jelas dan terperinci akan diuraikan dalam gambar di bawah nanti.
3.2. Papan Pantul
Papan pantul dibuat dari kayu keras setebal 3 cm atau dari bahan transparant yang cocok. Papan pantul berukuran panjang 180 cm dan lebar 120 cm.. Tinggi papan, 275 cm dari permukaan lantai sampai ke bagian bawah papan, dan terletak tegak lurus 120 cm jaraknya dari titik tengah garis akhir lapangan. (Perincian selengkapnya, lihat gambar).

3.3. Keranjang
Keranjang terdiri dari Ring dan Jala. Ring tersebut dari besi yang keras dengan garis tengah 45 cm berwarna jingga. Tinggi ring 305 cm dari permukaan lantai dan dipasang dipermukaan papan pantaul dengan jarak 15 cm. Sedangkan jala terdiri dari tambah putih digantung pada ring. Panjang jala 40 cm.


Wednesday, January 14, 2009

RENCANA PENGAJARAN

Sekolah : SMK N 3 Semarang
Kelas : XII
Aspek : Renang
Sub Aspek : Renang Gaya Bebas
Alokasi Waktu : 2 X 45 menit

I. Standar Kompetensi
Mempraktekan salah satu gaya renang dan lompat indah sederhana dan nilai-nilai yang terkandung didalamnya.
II. Kompetensi Dasar
Mempraktekan ketrampilan teknik dasar salah satu gaya renang serta nilai disiplin,keberanian,tanggung jawab dan kerja keras.
III. Indikator Pencapaian KD
Melakukan ketrampilan renang gaya bebas dengan jarak minimal 25 meter serta menerapkan nilai disiplin,kerja keras dan keberanian.
IV. Tujan Pembelajaran
1. Siswa dapat melakukan luncuran dengan benar.
2. Siswa dapat melakukan gerakan kaki dengan benar.
3. Siswa dapat melakukan gerakan tangan dengan benar.
4. Siswa dapat melakukan gerakan pernapasan dengan benar.
5. Siswa dapat melakukan gerakan koordinasi dengan benar.

V. Materi Pokok
1. Meluncur
Meluncur caranya adalah dengan melakukan tolakan kaki sekuatnya pada dinding kolam lalu biarkan tubuh meluncur sampai tubuh tidak bergerak maju lagi.
2. Gerakan kaki
Gerakan naik turun mengarah lurus,dengan posisi kaki yang kaku sehingga posisi kaki tetap lurus.gerakan dilakukan naik turun, jarak antara kaki kanan dan kaki kiri kira-kira 30- 40 cm.
3. Gerakan tangan
Tangan masuk ke air dengan semua jari jari merapat, sehingga terjadi daya dorong besar, masukan tangan sejauh mungkin lalu lakukan tarikan hingga mendekati pinggang dan yang terakhir melakukan dorongan hingga tangan muncul lagi ke permukaan. Lakukan bergantian tangan kanan dan kiri.
4. Pernapasan
Pernapasan dilakukan dengan cara mengambil udara dengan mulut lalu membuangnya lewat mulut.
5. Koordinasi
Saat tangan kanan masuk ke air tangan kiri melakukan dorongan bersamaan dengan kaki kiri mendorong pemukaan air dan kaki kanan mendorong ke bawah. Tangan kanan bergerakmasuk ke air sementara tangan kiri terus mendorong sampai muncul di permukaan. Akhir dari dorongan tangan kiri tangan kanan langsung masuk air dan kembali mendayung
VI. Metode Pembelajaran
1. Demonstrasi
2. Latihan di darat
3. Latihan di tepi kolam
4. Latihan di kolam dangkal
5. Latihan di kolam dalam
6. Pemberian tugas






VII. Langkah-langkah Pembelajaran
1. Kegiatan Awal
a. Berbaris.
Siswa dibariskan.
b. Berdo’a.
Dosen memimpin do’a untuk mengawali kegiatan belajar mengajar.
c. Pemanasan.
Guru memimpin siswa untuk melakukan pemanasan dengan cara:
 Siswa lari mengelilingi kolam sebanyak 3 kali.
 Peregangan statis dan dinamis agar tidak cidera.
.
2. Kegiatan Inti
a. Siswa melakukan gerakan meluncur yaitu dengan dimulai dengan latihan di darat, tepi kolam, kolam dangkal, dan koam dalam.
b. Siswa melakukan gerakan kaki dengan dimulai latihan di darat, tepi kolam, kolam dangkal, dan kolam dalam.
c. Siswa melakukan gerakan tangan. dengan dimulai latihan di darat, tepi kolam, kolam dangkal, dan kolam dalam.
d. Siswa melakukan gerakan koordinasi. dengan dimulai latihan di darat, tepi kolam, kolam dangkal, dan kolam dalam.
e. Siswa melakukan teknik renang gaya crawl di kolam yang dimulai dengan gerakan meluncur dilanjutkan dengan gerkan kaki dan tangan dan disertai koordinasi.
VIII. Alat dan sumber Belajar
1. Alat
 Peluit
 Stopwatch
 Pelampung
2. Sumber belajar
 Buku materi Renang
 Internet
IX. Penilaian
No INDIKATOR KRITERIA HASIL
1.

2.

3.

4.


5.


6. Teknik melakukan konsep dasar meluncur.
Teknik melakukan gerakan kaki.
Teknik melakukan gerakan tangan.
Teknik melakukan gerakan pernapasan.
Teknik melakukan gerakan koordinasi.
Pengerjaan tugas.


Semarang, 14 Oktober 2008
Mengetahui,
Guru Pamong Guru Praktikan


Sutarno, S. Pd. Andhika Prakoso
NIP :500147729 NIM:6101407043

Tenis Meja

Tenis Meja pada mulanya tenis meja dianggap sebagai permainan yang lucu dan kurang menarik, karena mulanya seorang gadis dan seorang pemuda memukul bola plastic kecil melintas di atas net ( yang selanjutnya disebut pingpong). Pada perkembangan selanjutnya dari hasil latihan sampai terampil dalam bermain bola pingpong itu dapatlah ditentukan bahwa tubuh merupakan subjek yang harus melewati latihan khusus dan intensif, serta harus mampu memukul bola lebih dari 100 mph dan harus dapat menguasai bola itu sendiri...





Pada saat tenis meja merupakan ukuran olahraga prestasi internasional, selebih bertahun selama 30 tahun menjadi ukuran prestasi nasional. Pertandingan tenis meja diselenggarakan di London tahun 1926, yang semata-mata merupakan kompetisi antara 7 negara dan selanjutnya diikuti oleh 34 negara. Tahun 1930 Inggris mampu mendapat unggulan, yakni Fred Derry yang memenangkan kejuaran tunggal Wimbolden pada tahun 1928 – 1929. Sukses yang diperoleh Eropa Timur, membuat nama Viktor Barna dari Richard Bergmann menjadi tokoh legendaris. Barna sendiri menjadi raja tenis meja selama 16 tahun dalam nomor tunggal dan ganda Setelah Perang Dunia II, tenis meja mengundang simpati dan mempesonakan setengah dari benua Eropa. Hungaria dan Cekoslawakia menghasilkan pemain–pemain kaliber dunia serta memperkenalkan teknik permainan yang maju dan lebih maju.
Perlengkapan Tenis Meja
1. Bet atau Raket
Bet merupakan alat utama untuk memukul bola pada tenis meja. Pada mulanya dipakai busa atau spon, kemudian mengalami perubahan pada masa 30 tahun terakhir. Alat pemukul bola pada tenis meja ( bet atau raket) semakin. disederhanakan. Bet – bet terbuat dari bahan – bahan lunak dengan postur bundar, dan terbuat dari karet. Dengan adanya karet sintetis tersebut didapatkan bet seperti yang dipakai Barna, Bergmann dan Leach. Bet yang dilapisi karet tidak saja memberi kecepatan penuh, tetapi juga memberi kesempatan kepada para pemain mengembangkan gaya permainannya yang akurat, penuh kehalusan dan teknik yang meliputi segalanya. Bola akan berputar-putar membingungkan pandangan pada keepatan prima. Pukulan semacam itu, harus sudah menyatu dalam perlengkapan tenis bagi pemain kaliber dunia.
2.Bola
Secara tradisional bola –bola dibuat dari bahan celluloid dan pada perkembangan selanjutnya bola disempurnakan menjadi superbal yang terbuat dari serpihan plastik. Namun demikian terdapat kesulitan pada daya pantul yang tidak dapat diandalkan. Dengan bola –bola yang dihasilkan secara tradisional, tidak lagi merupakan personal bagaimana gigihnya menjatuhkan lawan, tetapi bagaimana cara dan menghindari agar supaya tidak mengikuti irama permainan lawan, sedangkan dengan menggunakan superbal, sesuai 3 -4 kali permainan bola akan tetap licin dan sukar mengendalikannya. Hampir semua pemain tenis meja dunia menola bola jenis ini karena tidak dapat memberikan kesempatan baik pada set-set yang tidak diduga.
3. Pakaian
Pilihlah kaos yang sesuai dengan postur tubuh anda, sehingga memberi kenyamanan. Jangan memilih kaos yang menyebabkan suasana panas dan dingin, pakailah kaos yang benar-benar sesuai dan memberi kenyamanan bagi tubuh.
Sebelum mulai pertandingan suatu turnamen, pemanasan tubuh adalah penting, beberapa tempat permainan di dunia internasional, kadang –kadang terlalu dingin. Untuk itu dibutuhkan kaos rangkap dan atau tiga untuk menghindarkan dari kejang-kejang atau kedinginan.

4. MejaTenis
Meja yang baik adalah meja yang mempunyai ukuran sebagai berikut ;
Panjang : 2,74 meter
Lebar : 1,52 meter
Panjangnet : 1,83 meter
Tinggi : 76 cm
Warna meja yang ideal adalah hijau dengan garis-garis batas berwarna putih dan lebar 2 cm.
5. Net
Net ini berfungsi sebagai pembagi mesin menjadi dua bagian yang sama luasnya. Di kiri kanan meja dipasang dua tiang penyangga ukuran 15 sampai 25 cm, tingginya dan berjarak 15 sampai 25 dari garis pinggir. Tiang penyangga ini berguna untuk mengikatkan tali penopang net tersebut.
Tinggi net berkisar antara 15 sampai 25 cm di atas permukiman meja, sedangkan bagian bawahnya harus dipasang sedekat mungkin dengan permulaan meja tersebut.
Peraturan Tenis Meja
1.Meja
a. Permukaan atas meja yang secara umum diistilahkan sebagai ” Playing surface” harus berbentuk segi empat dengan ukuran panjang 2,74 meter dan lebar 15,25 meter. Permukaan ini harus terletak horisontal pada ketinggian 760 mm di atas lantai.
b. Permukaan atas meja dapat terbuat dari material apapun juga, asalkan kemungkinan pantulan bola setinggi 220 sampai 250 mm dengan menggunakan bola standar (sebaiknya yang jenis medium) dan dijatuhkan dari ketinggian 305 mm dari atas permukaan meja.


c. Permukaan meja ini harus berwarna gelap, kalau mungkin hijau tua. Permukaan meja ini tidak boleh berkilat dan dibatasi dengan garis putih sebesar 20 mm di semua sisinya.
1) Garis putih yang membatasi lebar permukaan meja sepanjang 1,525 meter akan diberi nama ”batas akhir” (endlines)
2) Garis putih yang membatasi panjang permukaan meja sepanjang 2,74 meter akan diberi nama ”batas sisi” (sidelines)







d. Bagi permainan ganda, permukaan meja ini akan dibagi menjadi dua bagian dengan garis putih selebar 3 mm. Garis tengah ini pararel dengan batas sisi dan akan diberi nama ” batas tengah” ( centre line). Batas tengah yang sudah digambarkan secara permanen ini tak perlu dihapus apabila meja hendak dipakai untuk permainan tunggal.



2. Net
a. Permukaan meja akan dibagi menjadi dua sisi dengan ukuran yang sama dengan perantaraan sebuah ” jaring” (net) yang pararel dengan batas akhir meja tersebut.
b. Net ini akan ditegangkan oleh tali yang diikat pada kedua belah sisi pada sebuah tiang penyangga setinggi 152,5 mm, sedangkan batas sisi dari kedua tiang penyangga harus berjarak 152,5 mm dari batas sisi permukaan meja.
c. Panjang net itu, beserta perpanjangnya di sisi kanan dan kiri harus berukuran : panjang 1.83 m sedangkan seluruh panjang tersebut, terhitung dari ujung atas net, harus berjarak 152,2 mm di atas permukaan meja.

3. Bola
a. Bola harus berbentuk bulat, dengan diameter minimum 37,2 mm dan maksimum 28.2 mm.
b. Berat bola minimum harus 240 gram dan maksimum 2.54 gram.
c. Bola ini harus terbuat dari selulosa atau plastik lainnya yang sejenis dan harus berwarna putih atau king tanpa ada efek berkilat ( harus suram).
4. Bet atau raket
a. Ukuran raket bebas, demikian juga bentuk dan beratnya.
b. ”Blade” ( bagian raket yang bundar, dengan maka kita memukul bola) harus terbuat dari kayu seluruhnya, rata tebalnya , datar dan kaku.
c. Bagian permukaan dari setiap sisi black tersebut, dipakai ataupun tidak dipakai untuk memukul bola, harus berwarna gelap suram setiap pinggiran atas hiasan dipinggir blade tidak berwarna putih atau berrefleksi.







5. Nilai
Setiap bola mati nilai 1 untuk pemain yang tidak melakukan kesalahan
Permainan dianggapgame apabila salah satu pemain mencapai nilai 11
Apabila kedua pmain memperoleh nilai sama 10,maka dilakukan deuce
Deuce dianggap selesai apabila salah satu pemain memperoleh nilai dengan selisih 2


STATISTIK DAN STATISTIKA

STATISTIK DAN STATISTIKA
Pada awal perkembangannya statistik digunakan untuk melakukan pendataan dan analisa mengenai penduduk. Analisa data penduduk ini penting bagi pemerintah untuk mengetahui jumlah, penyebaran, komposisi dan perkembangan penduduk dari tahun ketahun.
Saat ini statistik berkembang, merambah ke banyak bidang. Ekonomi, sosial, kesehatan industri pengolahan, pertanian, eksperimen-eksperimen biologi, fisika dan masih banyak lagi bidang-bidang yang lain. Definisi statistik pun berubah dari ilmu tentang kependudukan menjadi ilmu tentang bagaimana merencanakan, mengumpulkan, mengolah, menganalisa, menginterpretasi dan mempresentasikan data.
Statistik mempunyai peran untuk....



mengubah informasi yang berupa data-data menjadi sebuah pengetahuan.
Definisi lain tentang statistik adalah metode ilmiah untuk menyusun, meringkas, menyajikan dan menganalisa data, sehingga dapat ditarik suatu kesimpulan yang benar dan dapat dibuat keputusan yang masuk akal berdasarkan data tersebut.
STATISTIKA
Statistika adalah cabang matematika yang terkait dengan aplikasi metoda sains bidang pengumpulan, pengorganisasian, presentasi, dan analisi data numerik untuk tujuan pembuatan keputusan yang baik dalam menghadapi adanya ketidakpastian

Cabang Statistika
Disiplin statistika dibagi dalam 2 cabang
1.Statistika Deskriptif mengandung metoda dan prosedur yang digunakan untuk pengumpulan, pengorganisasian, presentasi dan memberikan karakteristik terhadap himpunan data.
2.Statistika Inferensial mengandung prosedur yang digunakan untuk mengambil suatu inferensi (kesimpulan) tentang karakteristik populasi atas dasar informasi yang dikandung dalam sebuah sampel.
Penggunaan Statistika
Accounting · Menggunakan prosedur statistik untuk pelaksanaan audit terhadap klien.
Finance/Keuangan · Pembuat rencana dan penasihat financial menggunakan ukuran statistik untuk memberikan nasihat kepada klien dalam pengambilan keputusan investasi keuangan.
Produksi · manajer produksi menggunakan prosedur statistik dalam quality control dan lot acceptance sampling
Economi · Ekonom menggunakan prosedur statistik untuk membuat peramalan tentang ekonomi di masa depan.
Human Resource Management · Manajer HRD menggunakan teknik statistik untuk memperkirakan employee turnover rates
Marketing · Manajer marketing menggunakan informasi statistik perilaku beli pelanggan dalam uji coba pasar untuk menentukan apakah produk itu dapat pasar.
Macam Statistik dalam penggunaannya
1.Statistik Deskriptif
menggambarkan struktur data
tidak dapat digunakan untuk menyimpulkan karena berisi body data
digunakan agar dapat mengolah data dengan benar
2.Statistik Inferensial (uji statistik)
3.Statistik Peramalan (Forecast)
misalnya menggunakan regresi linier
4.Statistik Probabilistik
tidak berkaitan dengan sampling
dapat menghitung peluang yang terjadi

Sunday, December 14, 2008

pijat massage

Pijat adalah treatment preventif yang penting untuk mempertahankan kesehatan dan kebugaran. Pencegahan selalu jauh lebih baik daripada mengobati.
Dewasa ini orang dengan semua usia mulai mempertimbangkan untuk menggunakan terapi - terapi alami sebagai cara untuk meningkatkan rasa nyaman dan sebagai sarana untuk meraih kehidupan yang bahagia dan harmonis serta bebas dari rasa sakit.
Saat tubuh dituntut untuk beraktfitas tinggi, kemungkinan untuk stres sangatlah besar apabila tidak diimbangi dengan olah raga. Kondisi ini akan berpengaruh pada fisik. Dengan pemijatan sekujur tubuh, titik-titik tubuh yang tegang dirangsang agar pulih seperti sedia kala. Pemijatan juga mampu mempengaruhi kondisi kulit. Penggunaan oil atau cream massage mampu meningkatkan fungsi minyak yang menjaga kulit tetap bersih dan sejuk. Gerakan pemijatan juga bisa membuat kulit kaku menjadi lembut.



Massage untuk Kesehatan dan Kecantikan

Aktivitas yang rutin dan padat memang cukup melelahkan tubuh. Jadwal kerja dan kesibukan dengan ritme seperti itu terkadang mampu membuat kita sulit untuk menyisakan waktu berolah raga. Tidak sedikit orang yang akhirnya malah merasa sakit di beberapa bagian tubuh karena kurang lancarnya peredaran darah akibat kurang adanya waktu berolah raga.
Untuk itulah beberapa salon maupun klub kebugaran kini menawarkan massage atau pijat untuk mereka yang aktif dan minim berolahraga. Ini tak lain karena fungsi dari massage yang dapat memperlancar peredaran darah serta melonggarkan otot-otot yang kaku. Dengan menyisakan waktu beberapa menit dalam satu bulan, keluhan-keluhan di tubuh akibat rutinitas yang padat dapat teratasi.
Pijat atau massage adalah treatment preventif yang penting untuk mempertahankan kesehatan dan kebugaran. Pencegahan selalu jauh lebih baik daripada mengobati. Dewasa ini orang dengan semua usia mulai mempertimbangkan untuk menggunakan terapi - terapi alami sebagai cara untuk meningkatkan rasa nyaman dan sebagai sarana untuk meraih kehidupan yang bahagia dan harmonis serta bebas dari rasa sakit.
Asal muasal dari kata pijat (massage) adalah tidak jelas,bisa berasal dari bahasa Arab "mash" yang artinya penekanan yang lembut,bisa berasal dari Yunani "massein" yang berarti menggosok, kalo dari Prancis "masser" yang artinya mengeramasi. Pijat adalah seni penyembuhan kuno yang mampu memberikan banyak manfaat bagi semua sistem tubuh kita.
Saat tubuh dituntut untuk beraktfitas tinggi, kemungkinan untuk stres sangatlah besar apabila tidak diimbangi dengan olah raga. Kondisi ini akan berpengaruh pada fisik. Dengan pemijatan sekujur tubuh, titik-titik tubuh yang tegang dirangsang agar pulih seperti sedia kala.
Pemijatan juga mampu mempengaruhi kondisi kulit. Penggunaan oil atau cream massage mampu meningkatkan fungsi minyak yang menjaga kulit tetap bersih dan sejuk. Gerakan pemijatan juga bisa membuat kulit kaku menjadi lembut.
Sedangkan untuk tehnik pemijatan, ada sembilan cara dasar yakni :
1. menggosok (effleurage)
2. memijat-mijat (petrissage)
3. mengguncang-guncang (shaking)
4. memukul-mukul (tapotement)
5. menggerus (friction)
6. menggosok melintang otot (walken)
7. menggeser lipatan kulit (skin rolling)
8. menggetarkan (vibration)
9. mengurut (stroking).
Beragam massage yang bisa dipilih. Mulai dari tradisional massage, thai massage, foot reflexiology, shiatsu, maupun yang campuran. Masing-masing dari massage tersebut memiliki tehnik dan manfaat yang berbeda disesuaikan dengan kebutuhan orang.
Traditional massage masih banyak dipilih meski telah hadir tehnik-tehnik massage dari luar. Tradisional massage dapat meringankan tubuh yang capek.
Tehnik Foot Reflexiology juga mampu menghilangkan keluhan-keluhan akibat tubuh yang lelah. Bahkan tak hanya itu, keluhan-keluhan sakit pun dapat diatasi dari Foot Reflexiology. Hal Itu dikarenakan seluruh pusat saraf berada di kaki. Dengan sentuhan-sentuhan di syaraf dari pijat Foot Reflexiology, penyakit seperti migrain atau kecapekan dapat diatasi. Untuk mereka yang memilki intesitas kesibukan yang cukup tinggi, ada tehnik-tehnik massage yang khusus untuk itu. Mereka yang terlalu lelah bisa memilih Thai Massage, Shiatsu, atau yang campuran. Massage semacam itu memiliki tehnik pijat dengan gerakan yang lebih kuat.

Thai Massage
Thai Massage yang memiliki gerakan pemijatan yang membuat tubuh ditekuk dengan posisi yang tidak biasa dilakukan. Sedangkan tehnik pemijatan Shiatsu menggunakan kekuatan kaki untuk dari pemijat untuk mengenai bagian tubuh dari mereka yang dipijat.
Tehnik pemijatan tertentu dari Thailand saat ini menjadi tren di beberapa tempat. Keunikan dari massage ini adalah tehnik pijatannya yang khas tanpa lumuran minyak atau cream. Thai massage menggunakan kekuatan jempol untuk menekan titik lemah otot. Sementara konsentrasi daerah pijatannya ada pada daerah punggung, kaki serta wajah.
Fungsi dari Thai Massage adalah dapat melemaskan otot-otot yang kaku atau menggumpal. Badan yang dimassage ditarik-tarik sehingga otot bisa longgar.
Untuk mendukung terapi yang banyak menggunakan gerakan tubuh dan peregangan ini, sebaiknya dilakukan di atas matras serta menggunakan busana longgar agar lebih relaks dan nyaman.
Orang tidak perlu khawatir cidera dengan gerakan thai massage.
Namun menurut ada orang-orang dan kondisi tertentu di mana massage ini tidak bisa dilakukan. Wanita haid dan orang yang sedang atau telah mengkonsumsi alkohol tidak boleh melakukan massage. Alkohol itu racun, sedangkan massage bersifat melancarkan peredaran darah. Jadi, kalau orang habis mengkonsumsi alkohol dikhawatirkan darahnya akan tercemeri oleh alcohol. yang telah selesai makan juga tidak boleh langsung melakukan massage. Setidaknya 15 menit setelah makan, orang baru diperbolehkan massage. Sedangkan setelah massage, seseorang dianjurkan untuk minum air jahe hangat. Ini berfungsi untuk menghangatkan tubuh dan membantu peredaran darah setelah dimassage.


Shiatsu Massage
Pijatan yang berasal dari Jepang ini menggunakan kekuatan jempol yang menelusuri otot. Shiatsu digemari oleh mereka yang sibuk dengan konsentrasi tinggi. Karena itu terapi ini disukai karena tidak menyita banyak waktu dan gerakannya pun lebih pada otot yang menghubungkan ke saraf otak.
Punggung orang yang dipijat ditekan sampai bunyi. Pemijatnya menekan dengan jari tangan. Sedangkan sambil berdiri dan berpegangan pada kayu yang melintang di atas tempat tidur, pemijat menekan tubuh pasien dengan jari kaki.
Ada hal penting yang bisa dilakukan sebelum melakukan massage ini. Yang penting lakukan peregangan ringan sebelum melakukan pijatan, agar otot-otot menjadi relaks lebih dulu. Sedangkan adapula pantangan melakukan shiatsu bagi usia dan kondisi tertentu. Mereka yang tidak boleh melakukan shiatsu adalah mereka yang lanjut usia dan memiliki sakit tulang seperti rematik dan pengapuran tulang.
Ginza massage atau Massage Campuran
Massage campuran juga banyak dikembangkan di beberapa tempat. Massage ini merupakan gabungan antara massage tradisional tehnik massage yang lainnya. Seperti di Orang yang menjalani massage campuran dipijat dengan massage tradisional terlebih dahulu, setelah itu dengan thai massage.
Ada keuntungan lebih dari ginza massage atau campuran ini. Massage yang memiliki asal nama dari sebuah gunung di Jepang ini selain melancarkan peredaran darah juga menghilangkan lelah tubuh yang sangat.
Foot Reflexiology
Massage tak cukup untuk tubuh yang lelah. Penyakit yang ditimbulkan akibat rutinitas yang tidak stabil pun dapat disembuhkan lewat massage jenis Foot Reflexiology. Penyakit seperti migrain dan keluhan syaraf yang tegang dapat dikendurkan dengan sentuhan pada titik syaraf yang ada di kaki.
Memang itu manfaat yang bisa diperoleh dari dari foot refelxiology. Dengan sentuhan di syaraf-staraf yang bersimpul di kaki, syaraf-syaraf lain yang ada di tubuh bisa dikendurkan. Jenis massage ini juga baik dilakukan secara teratur. Untuk menghindari problem yang timbul ada baiknya foot reflexiology dilakukan secara rutin dua kali sebulan. Ada orang-orang tertentu yang tidak boleh dimassage dengan foot reflexiology. Mereka yang memiliki darah tinggi beresiko bila dimassage dengan cara ini.
Foot Reflexology yang dilakukan selama 60 menit manfaat menghilangkan lelah. Dengan menekan urat-urat saraf yang ada di kaki, orang yang dimassage dapat dikurangi rasa lelahnya.
Beberapa manfaat massage secara umum :
1. Bagi syaraf pijat akan sangat bermanfaat bagi orang yang sedang mengalami kelelahan yang teramat sangat atau merasa lemas.Pijat pada syaraf mampu memberikan rangsangan dan meningkatkan aktivitas otot,pembulu darah dan kelenjar yang diatur oleh otot-otot tersebut.
2. Bisa mengurangi kram atau ketegangan otot.Kelelahan dan ketegangan pada otot karena aktivitas yang berlebihan dan akibat penumpukan substansi beracun di otot bisa dikurangi dengan kontraksi dan relaksasi otot.
3. Kulit juga akan menjadi sehat dan bersinar karena treatment tersebut.Kulit yang mati akan tergantikan dengan kulit yang baru karena pada saat pemijatan keringat dan kelenjar akan memperoleh rangsangan sehingga pori - pori akan tetap terbuka sehingga respirasi,fleksibilitas dan elastisitas kulit meningkat.
4. Meningkatkan sirkulasi peredaran aliran darah
5. Membuka simpul dan penyumbatan peredaran jalannya energy
6. Menormalkan organ dan fungsi kelenjar serta memperbaiki proses dan koordinasi organ tubuh
7. Memperbaiki keseimbangan fungsi kelenjar dan merilekskan kerja sistem tubuh


Penutup
Ada hal penting yang bisa dilakukan sebelum melakukan massage ini. Yang penting lakukan peregangan ringan sebelum melakukan pijatan, agar otot-otot menjadi relaks lebih dulu. Sedangkan adapula pantangan melakukan shiatsu bagi usia dan kondisi tertentu. Mereka yang tidak boleh melakukan shiatsu adalah mereka yang lanjut usia dan memiliki sakit tulang seperti rematik dan pengapuran tulang
Tips sebelum melakukan massage :
1. Isilah perut minimal 1 jam sebelum melakukan perawatan.
2. Berkomunikasilah dengan therapist agar mengetahui seberapa kuat tekanan pijatannya.
3. Meskipun dapat dilakukan di rumah, sebaiknya perawatan dilakukan di tempatnya karena Anda ditangani therapist yang terlatih.
4. Idealnya, orang melakukan massage satu minggu sekali. Terlalu sering pun tidak boleh. Tapi kalau orang yang sudah terbiasa massage, dia akan menganggap massage sebagai kebutuhan.



Friday, November 14, 2008

INTERAKSI BELAJAR MENGAJAR

Pertanyaan :
1. Apa saja faktor psikologis dalam belajar?
2. Apa definisi mengajar dan mendidik?
3. Apa deferensiasi mengajar dan mendidik?
Jawab :
1. Faktor-faktor psikologis dalam belajar :
• Motivasi
Adalah keinginan atau dorongan untuk belajar, meliputi dua hal yaitu mengetahui apa yang akan dipelajari dan memahami mengapa hal tersebut patut dipelajari.
• Konsentrasi
Adalah memusatkan segenap kekuatan dan perhatian pada situasi belajar
• Reaksi
Di dalam kegiatan belajar mengajar diperlukan unsur fisik maupun mental sebagai wujud reaksi.
• Organisasi
Belajar sebagi kegiatan mengkoordinasikan, menata dan menempatkan bagian-bagian bahan pelajaran ke dalam suatu kesatuan pengertian.
• Pemahaman
Pemahaman atau comprehension diartikan menguasai suatu dengan pikiran. Comprehension tidak sekedar tahu, tetapi menghendaki juga agar subyek belajar dapat memanfaatkan bahan-bahan yang telah dipahami.
• Ulangan
Untuk mengatasi kelupaan dalam belajar, diperlukan kegiatan ulangan.







2. Definisi mengajar dan mendidik adalah :
Mengajar
Mengajar adalah menyampaikan pengetahuan kepada anak didik dengan suatu harapan terjadi proses pemahaman. Mengejar dalam arti luas adalah aktifitas menorganisasi atau mengatur lingkungan sebaik mungkin dengan menghubungkan dengan anak, sehingga terjadi proses belajar
Ciri-ciri hasil pengajaran yang baik :
1. Hasil belajar tahan lama
2. Hasil belajar merupakan pengetahuan yang asli dan otentik

Mendidik
Mendidik yakni usaha membinan diri anak didik secara utuh, baik domain kognetif, domain afektif, Maupin psikomotor agar tumbuh menjadi menusia-manusia yang berkepribadian

2. Deferensiasi antara mengajar dan mendidik
Mengajar adalah “ transfer of knowlage “, sedangkan mendidik tidak sekedar transfer of knowlge tetapi juga transfer of values, yakni usaha pemebinaan diri anak didik secara utuh, baik domain kognetif, domain afektif, Maupin psikomotor agar tumbuh menjadi menusia-manusia yang berkepribadian

Friday, March 14, 2008

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Mata Pelajaran : Tenis Meja
Pokok Bahasan : Choop
Semester : III
Alokasi Waktu : 1 X 30 menit
Standar Kompetensi : Mengetahui dan mempraktikan gerakan dasar choop
dengan baik dalam permainan tenis meja.


I. KOMPETENSI DASAR
Mempraktikan teknik dasar pukulan choop dalam permainan tenis meja dengan baik dan luwes.
II. MATERI POKOK
Ketrampilan dalam gerakan dasar pada pukulan choop dalam permainan tenis meja
III. METODE PEMBELAJARAN
- Demonstrasi
- Ceramah
- Penugasan
IV. INDIKATOR
a. Siswa dapat melakukan gerakan dasar pukulan choop dengan baik
b. Siswa dapat mengetahui kegunaan pukulan chop pada tennis meja




V. TUJUAN PEMBELAJARAN
a. Siswa dapat melakukan gerakan tangan pada saat memukul bola dengan teknik choop.
b. Siswa dapat melakukan perpaduan gerakan pada tangan dan langkah kaki.
VI. STRATEGI PEMBELAJARAN

No Kegiatan Waktu Keterangan
1.








2.


















3. Pendahuluan
a. Berbaris
b. Berdoa
c. Pemanasan
 Lari 3X putaran mengelilingi meja.
 Peregangan

Inti
a. Tahapan-tahapan pukulan choop.
 Tahapan persiapan :







 Tahap pelaksanaan:





Penutup
a. evaluasi
b. presensi
c. penugasan
d. berdoa 10 menit








15 menit
















5 menit
















berdiri menghadap meja, badan agak dibungkukan, kaki dibuka selebar bahu, kaki kanan agak ditarik kebelakang. Posisi tangan siap dengan membentuk sudut 160 derajat

Putar tubuh ke arah kanan sehingga tumpuan berada dikaki kaki kanan, dan posisi bed seperti orang memotong dari samping.


VII. ALAT-ALAT
a. Peluit
b. Meja pingpong
c. Bola pingpong
d. Bed
e. Net
f. Stop Watch / Jam tangan




VIII. SUMBER PEMBELAJARAN
Ahmad Damiri. Drs, Nurlan Kusnaidi. Drs. 1992. olahraga pilihan tenis meja. Depdikbud.
Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi.


IX. SISTEM PENILAIAN

No INDIKATOR KRITERIA HASIL
1.

2. Teknik kaki dalam melakukan choop.
Teknik melakukan pukulan choop.




Semarang, 30 Oktober 2008

Dosen Pengampu Guru Praktikan



Agus Pujianto, S.Pd, M.Pd Andhika Prakoso
NIP. 132 319 134 NIM. 6101407043

Thursday, May 3, 2007

Prinsip 5 W KESEHATAN OLAHRAGA

Progam Latihan Harus Memperhatikan Prinsip 5 W
 WHAT ( apa )
Progam apa yang disusun untuk latihan agar dapat mencapai tujuan atau sasaran.
Contoh : Program Diet, peningkatan kapasitas vital paru, penurunan berat badan, dll

 WHO ( siapa )
Siapa yang melakukan progam latihan dalam rangka pencapaian tujuan olahraga.

Contoh ; para atlet, penyandang cacat, penderita cedera, manula

 WHY ( mengapa )
Mengapa progam yang disusun harus sesuai dengan tujuan utama dari aktivitas olahraga ? agar tujuan dapat dicapai dengan baik.

Tujuan dari program yang dicapai misalnya untuk peningkatan kebugaran, rehabilitasi, mencegah penyakit, atau mengobati penyakit dan cedera.

 WHEN ( kapan )
Kapan latihan itu dilakukan ?
Sesuai dengan jenis latihan dan untuk siapa latihan tersebut, jika untuk prestasi hendaknya dilakukan sejak usia dini.

Intensitas dari kesehatan olahraga bisa dilakukan setiap hari bagi athlet, seminggu tiga kali, sesuai dengan kebutuhan dan tujuannnya


 WHERE ( dimana )
Dimana latihan dilakukan ?
Latihan dapat dilakukan di tempat mana saja yang sekiranya
tidak mengancam jiwa manusia.

Tempat program latihan juga berpengaruh. Bisa di ruangan, luar ruangan, alam bebas, darat, air, dll. Untuk rehabilitasi sangat dianjurkan dilakukan di tempat yang nyaman dan tenang, sehingga cepat untuk prmulihan. Bisa di ruangan, luar ruangan, alam bebas, darat, air, dll.

 Prinsip 5 W diatas harus diperhatikan dalam penyusunan progam latihan yang bertujuan agar lebih mengarah kepada target yang diinginkan.

baca juga : KESEHATAN OLAHRAGA, OLAHRAGA KESEHATAN, SPORT MEDICINE, FUNGSI DAN PERAN KESEHATAN OLAHRAGA, PRNSIP KESEHATAN OLAHRAGA