Showing posts with label BIKE. Show all posts
Showing posts with label BIKE. Show all posts

Saturday, April 23, 2011

Freeride, Inilah 'Dunia Lain' Sepeda Gunung

Freeride merupakan tren yang relatif baru dari kegiatan bersepeda gunung. Penggemar freeride menggabungkan beberapa aspek olahraga seperti ‘downhill’ dan ‘dirtijumping’.

Dalam beberapa tahun terakhir, freeride populer di kalangan anak muda. Istilah ‘freeriding’ dciptakan oleh penggemar selancar salju (snowboarding) yang kala itu berusaha melepaskan diri dari apa yang dianggap sebagai pembatasan budaya dan persaingan ski tradisional...


Pada intinya, konsep asli freeride adalah ketiadaan aturan, tujuan ataupun ketetapan yang harus dipatuhi. Dalam lingkup bersepeda gunung pun, freeride menjadi salah satu fenomena paling kreatif karena meliputi gaya bersepeda, amplitudo, kontrol dan kecepatan bersepeda.

Sepeda freeride biasanya merupakan hasil modifikasi dari sepeda yang diperuntukkan untuk menuruni bukit (downhill). Sepeda tersebut biasanya memiliki gigi yang memungkinkan pengendara sepeda menaiki bukit sama mudahnya dengan saat menuruninya. Sepeda itu juga memiliki sedikit fitur suspensi dan lebih ringan.

Sebagai tambahan, beberapa pecinta freeride memasang fitur steeper headangles dan wheelbases yang lebih pendek dibandingkan sepeda downhill, agar memudahkan pengendara melakukan manuver

source:inilah.com

Saturday, April 16, 2011

Risa Susaenty, Juara di USA


Pada tanggal 8 Maret 2011 berlangsung final Nationals Race, Fontana Winter Series Round #5. Dalam suhu 70 derajat Fahrenheit diantara Southridge Park para rider harus melewati trek yang didominasi rock garden.
Risa Suseanty yang merupakan ..
.
rider wanita terbaik Indonesia ikut dalam balapan tersebut. Risa mengikuti nomor downhill dengan menggunakan jersey WIM Top Gun, timnya saat ini.
Risa Suseanty yang jam terbangnya di dunia balap ini tak perlu diragukan lagi membuktikan prestasinya sebagai juara 1 di kelas Expert/Open Women dengan catatan waktu 00:02:51.62. Juara kedua diraih oleh Bonnie Miller dengan selisih cukup jauh 00:03:11.84. Traci Adams pemenang ketiga meraih waktu 00:03:27.04
source:sportku

Sepeda Super Canggih


Sepeda berteknologi tinggi ini mempunyai sensor data disebuah bagian bagi pengendara, dari ergonometric, biometric, kekuatan pesepeda, dan mencatat yang kemudian direkam di dalam sepeda. Yang nantinya data tersebut dapat dibaca oleh komputer dan di analisa lebih lanjut.
Bobotnya yang luar biasa ringan, dengan mesin menyatu pada rangka sepeda yang membuat bodi kaku, kerangka kembar, dan roda berjeruji...

delapan membuat sepeda bergerak lincah seperti kucing. Hanya dalam 30 detik, si pengendara dapat bergerak dari 16 kilometer perjam hingga menuju 32 kilometer per jam.


Saat berbelok, sepeda melakukan dengan sempurna, rem keramik berfungsi pelan bila sang pengayuh tidak ingin terlalu cepat mengerem, pergantian roda gerigi juga sangat cermat, bahkan oleh seorang atlet Olimpiade yang juga mencoba, Stuart Birch, mengapresiasi kemampuan itu sebagai hal sangat istimewa. Layaknya ferrari atau Porsche 911, progres percepatan dapat dikontrol secara meyakinkan dengan rem keramik karbon yang dioperasikan secara hidrolis.



Karena berat sepeda hanya sekitar 7 kg hingga mampu mencapai kecepatan lebih 72 kilometer jam, dan mencapai lebih 112 kilometer per jam di jalan menurun ketika dikayuh tenaga otot atlet Olympiade. Harga sepeda ini yaitu 25 ribu poundsterling atau lebih dari Rp 387 juta dengan kurs 1 Pounds = Rp 15.500.
source:

Sistem Transmisi Internal Sepeda


Ketika Anda surfing ke SRAM atau Shimano website ', tombol mana yang biasanya kamu klik? Gunung atau jalan? Bagaimana dengan kenyamanan? ini posting di dalam forum MTBR tertarik untuk saya klik (untuk pertama kalinya) link kenyamanan di situs SRAM. thread ini berbicara tentang penerapan transmisi gigi internal dan apakah sistem tersebut merupakan alternatif masa depan bersepeda. Misalnya, Rohloff , telah mengembangkan transmisi internal Speedhub mereka sejak tahun 1996. Dua kontra paling terkait dengan Speedhub adalah berat dan biaya...

Kembali ke SRAM (dan Shimano).Tahun 2007 SRAM i-Motion 9 adalah sebuah hub internal prototype, bahwa itu belum terdaftar di website.
Insinyur saat ini mencari cara untuk membuat karya ini yang merupakan sebuah ide lama yang kembali lagi. Pikirkan tentang hal ini: sebuah sepeda dengan roda gigi sama banyak tapi tidak ada derailleur, satu rantai mengemudi dua chainrings, "tidak seret derailleur, tidak mengisap rantai, tidak ada tarik rantai" sebagai salah satu pemilik Nexus 8 bahagia mengaku. pikirkan kenyamanan sepeda dan membayangkan kenyamanan ini di sepeda XC, Kemajuan teknologi bahkan mungkin satu hari memungkinkan jenis transmisi untuk tampil di sepeda tour pro. Dengan perusahaan besar seperti SRAM dan Shimano mengembangkan sistem ini untuk produksi massa,Selama ada kenyamanan sepeda,transmisi intrnal sepeda akan terus berkembang. Biaya dan berat pasti akan turun dengan sejalannya waktu



Main features of Internal Transmission Bike

1. No rear mechanism to smash or malfunction, no cleaning required of the gears, very little maintenance once it is set up

2. Zero pedal feedback through patented chain line technology gives good pedalling efficiency especially in the long travel setting

3. Centred and lowered mass of Internal Transmission drive train and suspension means a very ""planted"" feel that tracks incredibly, yet still changes directions easily

4. Low un-sprung rear wheel weight due to no cassette, free-hub or derailleur reduces
rear wheel inertial force giving a much more supple and responsive feel.

5. Wide 150 mm spacing at rear axle = massive rear wheel strength

6. Overbuilt yet light weight front end = confidence to do anything

7. Constant tension driving chain means no chain derailment

8. Nexus hub spec means that humans can afford it and find spares if needed

9. Two travel settings (7 and 9) for different conditions and courses

10. Patented chain line yields a much narrower ""Q"" factor than the competition due to the fact that swing arm does not have to pivot about the ends of the axle.


source:bicycletech

Wednesday, March 30, 2011

Mengenal Sepeda Gunung

Selama ini cuman naik sepeda tapi gak tau jenis yang dipakai??jiaah parah deh! paling engga tau sedikit lah tentang jenis sepeda.Biar jelas, berikut sekilas penjelasan tentang sepeda gunung :

Pada dasarnya terdapat lima jenis sepeda gunung atau MTB: cross country, trail, downhill, freeride dan dirt jump. Tiap jenis dirancang untuk medan yang berbeda.

Tiap-tiap jenis sepeda memiliki manfaat dan kerugiannya masing-masing. Saat memilih sepeda gunung (MTB), ketahui dimana Anda akan mengendarainya dan jenis rintangan apa yang akan Anda hadapi.

1. Cross country

http://www.plunderguide.com/wp-content/uploads/2009/05/2009-bmw-cc-mountainbike.jpg


Sepeda ini juga dikenal dengan sebutan XC. Sepeda ini dirancang untuk jalur off-road dengan rintangan minim hingga menengah...

Sepeda ini dibagi menjadi dua yakni, hardtail mountain bike yang suspensinya hanya berada di depan dan full-suspension mountain bike (fulsus) yang meiliki dua suspensi, depan dan belakang.

Menggunakan hardtail mountain bike, Anda bisa memiliki teknik mengayuh yang baik tanpa perasaan seperti memental. Sepeda ini jauh lebih awet dibanding full-suspension mountain bike dan tak terlalu menuntut perawatan.

Pada full-suspension mountain bike, suspensi depan dan belakang terintegrasi pada rangka sepeda. Sepeda ini jauh lebih nyaman dikendarai dibanding hardtail mountain bike. Di beberapa sepeda, suspensi belakangnya (dan juga depan) bisa dimatikan atau tidak berfungsi.


2. Trail

http://bikereviews.com/wp-content/uploads/2010/03/specialized-sx-trail-ii-2-2008-mountain-bike.jpg


Sepeda ini pada dasarnya merupakan modifikasi cross country namun menggunakan sistem suspensi yang lebih halus untuk mengatasi rintangan yang lebih sulit dan lebih teknis.


Kekurangannya, kayuhan sepeda ini butuh sedikit usaha yang lebih dari pengendaranya akibat meningkatnya suspensi. Tapi saat ini sudah ada teknologi suspensi belakang dan depan yang bisa dimatikan jika tak dibutuhkan.


3. Downhill

http://image.made-in-china.com/2f0j00fMWamVtgaOkR/Santa-Cruz-V10-Full-Suspension-Downhill-Mountain-Bike-Santa-Cruz-V10-.jpg



Sepeda ini dirancang untuk menuruni bukit. Sepeda ini dibuat seringan mungkin sehingga cocok untuk balapan turun. Karena sepeda ini dirancang untuk menuruni bukit, hal ini membuat sepeda ini sulit menaiki bukit.

4. Freeride

http://www.besportier.com/archives/mountain-bikes-on-special-konacoil-air-freeride.jpg


Sepeda ini mirip sepeda downhill namun dirancang agar lebih mudah untuk dikayuh. Sepeda ini merupakan perpaduan cross country dan downhill. Namun, sepeda ini tak akan bekerja sebaik kedua sepeda tersebut jika Anda menginginkan fitur tertentu.


5. Dirt Jump (DJ)

http://www.bikerumor.com/wp-content/uploads/2010/07/scott-bicycles-voltage-24-dirt-jump-mountain-bike01.jpg


Sepeda ini digunakan untuk melompat, dikendarai di jalan dan balap slalom. Beberapa orang menganggap sepeda ini merupakan versi besar BMX yang memiliki suspensi depan. Sepeda ini dirancang agar kuat menahan beban saat melompat.
source:kepohbaru.blogspot.com

Monday, March 14, 2011

Danny Macaskill

Satu lagi aksi keren Danny Macaskill.chek this out!

Danny Macaskill Volkswagen Commercial


source:

Tuesday, January 25, 2011

Lance Armstrong Resmi Pensiun


Mantan juara dunia balap sepeda Lance Armstrong mengakhiri karir internasionalnya setelah menyelesaikan lomba Tour Down Under di Adelaide, Australia, Minggu (23/1).

Armstrong ynag pernah menjadi juara dunia tujuh kali ini, mengakhiri lomba dengan hasil mengecewakan. Ia berada di luar posisi 50 besar dan terpaut...

enam menit di belakang atlet balap sepeda Australia, Cameron Meyer yang baru berusia 23 tahun.

Pebalap yang telah berusia 39 tahun ini masih terikat kontrak dengan tim RadioShack. Ia masih akan membela RadioShack dalam beberapa ajang kejuaraan seperti sepeda gunung atau pun triathlon.

Armstrong memang telah mencanangkan lomba Down Town Under sebagai ajang lomba internasionalnya yang terakhir. "Ajang lomba saya yang terakhir di luar AS adalah di Down Town Under," demikian pernyataan Armstrong pada 24 Oktober lalu.

Wednesday, November 3, 2010

Profil sang Juara



Pembalap Polygon Sweet Nice (PSN) Herwin Jaya ssat ini memegang Jersey Merah Putih. Dia mengaku terinspirasi dari sang kakak untuk menjadi seorang pembalap...

source:
“Saya menjadi seorang pembalap berawal dari melihat kakak saya bermain sepeda BMX,”

Bagi Herwin, bersepeda bukan hanya sekedar hobi saja. Dia juga sering mendapatkan uang cukup banyak dari hasil balapan. Bahkan, dia bisa membeli rumah. “Saya bisa membeli rumah dan motor dari ikut balapan sepeda,” jelas pria kelahiran Probolinggo.

Herwin sudah begitu banyak mengikuti lomba. Sayang, meski banyak mencatat prestasi, namun dirinya belum juga masuk memperkuat Timnas Balap Sepeda Merah Putih. Tapi, hal itu sama sekali tidak dipikirkannya. Herwin hanya bisa pasrah saja.



“Saya sih kepengen masuk Timnas Balap Sepeda. Saya ingin menyumbangkan medali emas SEA Games dan Asian Games. Namun, saya serahkan semua keputusan kepada PB ISSI saja. Saya hanya mencoba berprestasi se baik mungkin,” lanjut pembalap 25 tahun itu.

Tapi, ada ambisi prbadi yang belum tercapai oleh Herwin. “Saya ingin berlaga di dua turnamen balapan bergengsi dunia Tour de France dan Pro Tour yang merupakan turnamen Piala Dunia balap sepeda,” tandasnya.

Biodata Lengkap:

Nama lengkap: Herwin Jaya
Tempat Lahir: Probolinggo
Tanggal: 7 Oktober 1985
Klub: Polygon Sweet Nice


liputan lengkap TDI 2010






Hewin Jaya Juara STDI 2010




Herwin Jaya dari tim Polygon Sweet Nice (PSN) Surabaya inobatkan menjadi juara Speedy Tour d`Indonesia (TDI) 2010 meski di etape terakhir Sirkuit Race, yang finis di Monumen Perjuangan Rakyat Bali, Renon, Denpasar, Rabu, tidak menjadi yang tercepat...



Pada etape terakhir ini pebalap yang tercepat adalah Ahmadfakrullah Alias dari Malaysia National Team disusul Sergey Kudentsov dari Polygon Sweet Nice (PSN) dan Projo Waseso dari Kutai Kartanegara Team dengan catatan waktu sama 02.46.12.

Pebalap kelahiran Probolinggo itu mampu membukukan waktu terkecil yaitu 28.02.06 disusul Fatahilah Abdulah dari Pengprov ISSI Yogyakarta dengan catatan waktu 28.06.16 dan posisi tiga Edmund Holland dari Eddy Holland Bicycle Service dengan catatan waktu 28.02.48.

"Saya sangat senang dengan hasil ini. Ini prestasi tertinggi yang pernah saya raih selama ikut balap sepeda," kata Herwin Jaya usai perlombaan.

Menurut dia, kunci kemenangan pada Speedy Tour d`Indonesia 2010 adalah kerjasama tim. Sejak etape pertama hingga etape sepuluh seluruh tim bekerja dengan maksimal sehingga mampu menjadi yang terbaik.

Selain itu, kata dia, yang menjadikan dirinya bisa meraih juara Speedy Tour d`Indonesia 2010 karena selalu mengambil setiap kesempatan yang ada meski hingga etape terakhir belum pernah menjuarai satu etape pun.

"Di etape terakhir tadi saya terus menempel ketat Fatahilah. Selain itu saya terus bermain aman dan tidak tertinggal jauh dengan pebalap yang lain," kata anak pasangan Syamsul dan Djuati itu.

Ia menjelaskan, dengan hasil terbaik pada balapan sepeda terbesar di Indonesia, diharapankan bisa memacu motivasi untuk menjadi yang terbaik terutama saat bertanding di tingkat intenasional.

Selain mampu menjadi puncak klasemen atau pemegang kaos kuning, Herwin Jaya juga berhak memakai kaos Merah Putih atau puncak klasemen untuk kategori nasional. Sedangkan kaos hijau direbut oleh Budi Santoso dari United Bike Kencana Malang.

Sementara itu di sektor tim, PSN Surabaya menjadi yang terbaik umum setelah mampu mengumpulkan waktu terkecil selama Speedy Tour d`Indonesia 2010 yaitu 83.36.33 disusul Customs Cycling Club dengan 83.42.59 dan CCN-Colossi dengan 83.44.54.

Sedangkan untuk tim kategori nasional Customs Cycling Club berada di puncak dengan 83.42.59, disusul Araya Indonesia dengan 83.47.47 dan Putra Perjuangan dengan catatan waktu 83.49.17.

"Hasil ini telah sesuai dengan yang direncanakan tim. Kami pada etape terakhir hanya mengamankan kaos kuning dan tim saja," kata manajer PSN Wawan Setyobudi usai perlombaan.

Menurut dia, dengan hasilnya pihaknya cukup puas karena semua pebalap bermain dengan maksimal sehingga mampu menjadi yang terbaik baik secara perorangan maupun tim.

Dengan kemenangan ini Herwin Jaya berhak menerima hadiah 4.500 dollar Amerika Serikat (AS) dan untuk tim mendapatkan 7.500 dollar AS. (ANT/K004)

Etape 9, Sergey kembali tercepat




Gelar juara Tour de Indonesia 2010 hampir pasti menjadi milik pembalap Polygon Sweet Nice Surabaya. Herwin Jaya mampu mengoleksi total waktu 25 jam, 15 menit dan 54 detik setelah menyelesaikan etape sembilan, Gilimanuk-Denpasar, 192,1 km....


Pada etape kesembilan kemarin sprinter Polygon Sweet Nice, Sergey Kudentsov. Pembalap asal Russia itu mengoleksi waktu 3.14’51”. Sementara diposisi kedua Mat Amin dan Fatahillah Abdullah membuntuti diposisi kedua dan ketiga dengan catatan waktu sama.

Dengan menyisakan satu etape circuit race, tidak menutup kemungkinan Polygon Sweet Nice akan bermain safe. “Posisi Herwin belum aman. Dia masih butuh bantuan rekan-rekannya,” aku pelatih Polygon Sweet Nice, Sukarman kemarin petang. Masalahnya gap time yang dimiliki antara Herwin dengan peringkat kedua, Fatahillah terpaut 10 detik.

Jarak itu semakin merapat lantaran Fatahillah mampu memangkas selisih empat detik dari pembalap kelahiran Probolinggo itu. Hal ini yang membuat tim pelatih Polygon Sweet Nice belum bisa tenang. Sekalipun pada etape kesepuluh hari ini hanya menempuh circuit race dan berjarak 117,6 km atau melintasi 7 lap x 16,8 km.

“Kita harus mengunci pergerakan Fatahillah. Bila perlu kita tutup akselerasi,” tegas Bang Karman, sapaan akrabnya. Kemanapun perginya “Fatahillah harus ditempel terus,” imbuhnya. Dia layak waspada lantaran Fatahillah adalah sprinter yang kuat di medan flat.

Terlebih selama dua etape terakhir ini dia selalu finish di depan Herwin Jaya. Hal ini yang membuat tim asal Kota Pahlawan ini mulai was-was. Dengan ditunjang tim yang kompak, Sukarman berharap pada kekompakan pembalapnya. Dimana trio sprinter, Sergey Kudentsof, Mat Nur, dan Rastra Patria diharapkan bisa membantu Herwin Jaya untuk menutup rangkaian tour de Indonesia.
Polygon Sweet Nice mengakui peluang yang dimiliki Herwin untuk jaura masih terbuka. Peluang untuk menggondol gelar yang pertama bagi Herwin itu masih fifty-fifty.

Pada etape kesepuluh ini Herwin harus finish berdampingan dengan Fatahilah, atau catatan waktunya tidak terpaut. Tetapi strategi itu dianggap berisiko. Herwin diharapkan bisa mengalahkan Fatahillah dalam adu sprint di garis finish besok.

Pembalap Diangkut Feri menuju Bali
Setelah istirahat satu malam di Banyuwangi, Jatim, seluruh pebalap "Speedy Tour d’Indonesia" (TdI) 2010 kembali bersaing di etape IX dari Gilimanuk menuju Denpasar dan untuk menuju Pulau Bali itu semuanya diangkut dengan kapal feri, Selasa.

Setelah menyeberang kurang lebih 45 menit, seluruh pebalap dan perangkat perlombaan yang lain mempersiapkan diri untuk menuntaskan etape IX dengan jarak tempuh 137,5 km dan finis di Renon, Denpasar, Bali.

Sesuai dengan data terakhir, pebalap yang akan melakukan star di Gilimanuk sebanyak 82 orang dari 19 tim atau berkurang 11 pebalap dari jumlah awal saat star di Jakarta yaitu 93 orang.

Salah satu pebalap yang gagal melanjutkan perlombaan etape IX adalah juara etape VI Ferinanto dari United Bike Kencana Malang, akibat tidak finis dietape VIII dari Surabaya menuju Jember, Senin (1/11).

Etape IX ini merupakan jalur pendek kedua setelah etape IV dari Pekalongan menuju Semarang. Pada jalur yang didominasi dataran ini dipastikan kompetisi akan lebih ketat karena selisih waktu antar-pebalap di puncak klasemen kecil.

Pemegang puncak klasemen atau pemegang kaos kuning, yaitu Herwin Jaya dari Polygon Sweet Nice (PSN) Surabaya yang membukukan catatan waktu 22.01.03 akan mendapatkan tekanan dari rival terdekatnya Fatahilah Abdulah dari Pengprov ISSI Yogyakarta yang membukukan catatan waktu 22.01.17.

"Saya harus mempertahankan kaos kuning ini. Yang jelas saya akan bermain agresif dibandingkan etape-etape sebelumnya," kata Herwin Jaya kepada Antara.

Pada etape IX yang kompetisinya dipastikan akan lebih ketat akan melalui satu titik "sprint" di Monumen Adipura Tabanan atau KM 106,3. Dititik ini akan ditentukan siap yang berhak menjadi raja sprint dan berhak memakai kaos hijau Speedy Tour d’Indonesia 2010.

Hingga etape VIII, pebalap yang bertengger dipuncak klasemen sprint adalah Budi Santoso dari United Bike Kencana Malang dengan 16 poin dan di bawahnya Fatahilah Abdulah dari Pengprov ISSI Yogyakarta dengan 11 poin. "Pokoknya saya mau berusaha mengambil kesempatan yang ada. Apalagi sprint di etape ini yang terakhir," kata Budi Santoso.

Setelah menyelesaikan etape IX ini, selanjutnya pebalap akan menyelesaikan etape "Team Time Trial" di Renon Depasar, Rabu (3/11). Pada etape ini seluruh pebalap akan menyelesaikan balapan sejauh 137,5 km.

sumber: Kompas | PSN

Full Results
# Rider Name (Country) Team Result
1 Sergey Kudentsov (Rus) Polygon Sweet Nice 3:14:51
2 Mohd Sahrul Mat Amin (Mas) Malaysia National Team
3 Fatahilah Abdulah (Ina) Pengprov Issi Yogyakarta
4 Edmund Holland (Aus) Eddy Hollands Bicycle Services
5 Setiawan Iwan (Ina) Customs Cycling Club Indonesia
6 Alexandee Smyth (Aus) Power Move Srilanka
7 Tots Oledan (Phi) 7 Eleven Racing Team Philippines
8 Moezedin Seyed Rezaerkhormz (IRI) Vali ASR Kerman
9 Herwin Jaya (Ina) Polygon Sweet Nice
10 Nicolas Wintel (Swi) Power Move Srilanka
11 Saeid Nateghi (IRI) Vali ASR Kerman
12 Alex Malone (Aus) CCN - Colossi
13 Robert Wijaya (Ina) United Bike Kencana Team
14 Wijaya Endra (Ina) Customs Cycling Club Indonesia
15 Robin Manulang (Ina) Araya Indonesia Cycling Team
16 Imam Suparman (Ina) DKI Jakarta
17 Yuli Haryanto (Ina) Tirta Cycling Team Solo Raya
18 Kaswanto (Ina) Araya Indonesia Cycling Team
19 Agus Sofian Ziad (Ina) Team Jabar Muda
20 Jelly Dorisman (Ina) Binong Baru Club
21 Ahmad Fallanie Ali (Mas) Malaysia National Team
22 Sam Davis (Aus) Eddy Hollands Bicycle Services
23 Dahlberg Nathan (NZl) CCN - Colossi
24 Usman Ali (Ina) United Bike Kencana Team
25 Dadi Suryadi (Ina) Putra Perjuangan
26 Fauziansyah (Ina) Kutai Kartanegara Cycling Team
27 Matnur Matnur (Ina) Polygon Sweet Nice
28 Hari Fitrianto (Ina) Polygon Sweet Nice 0:00:06
29 Martin Mueller (Swi) Power Move Srilanka
30 Mohd Zamri Saleh (Mas) Malaysia National Team 0:03:30
31 Sherwin F. Carrera (Phi) 7 Eleven Racing Team Philippines
32 Prasetya P. Heksa (Ina) Customs Cycling Club Indonesia
33 Edi Purnomo (Ina) Araya Indonesia Cycling Team
34 Abadi Mohammad Zangi (IRI) Vali ASR Kerman
35 Hasan Basarahil (Ina) Putra Perjuangan
36 Yonata Pungky K. (Ina) Tirta Cycling Team Solo Raya
37 Arin Iswana (Ina) Putra Perjuangan
38 Agus Suhariawan (Ina) Pengprov Issi Daerah Istimewa Yogyakarta
39 Lex Nederlof (Ned) CCN - Colossi
40 Jalil Eslami (IRI) Vali ASR Kerman
41 Andri Prawita (Ina) DKI Jakarta
42 Ahmad Jukardi Ady (Ina) Team Jabar Muda
43 Eko Bayu Nur Hidayat (Ina) Araya Indonesia Cycling Team
44 Galih Wardana (Ina) Tirta Cycling Team Solo Raya
45 Parno (Ina) Customs Cycling Club Indonesia
46 Tedy S Adrian (Ina) Bintang Kranggan Cycling Club
47 Mark John Laxer G. Galedo (Phi) 7 Eleven Racing Philippines
48 Hartono Gunawan (Ina) Customs Cycling Club Indonesia
49 Maruli Fajar Mulia (Ina) Tirta Cycling Team Solo Raya
50 Peter Griffin (Aus) Eddy Hollands Bicycle Services
51 Warseno (Ina) Tirta Cycling Team Solo Raya
52 Budi Santoso (Ina) United Bike Kencana Team
53 Nugroho Krisnanto (Ina) Pengprov Issi Yogyakarta
54 Calvin Teck Kwang Sim (Sin) OCBC Bank Singapore Team
55 Suprianto Erik (Ina) Team Jabar Muda
56 Rosta Patria Dinawan (Ina) Polygon Sweet Nice
57 Amin Suryana (Ina) Binong Baru Club
58 Adi Wibowo (Ina) Kutai Kartanegara Cycling Team
59 Bayu Satrio S. Putra (Ina) Kutai Kartanegara Cycling Team
60 Elan.S Riyadi (Ina) Bintang Kranggan Cycling Club
61 Dave Treacy (Mlt) CCN - Colossi
62 Joelb Calderon (Phi) 7 Eleven Racing TeamPhilippines
63 Jonipher B. Ravina (Phi) 7 Eleven Racing Philippines
64 Kurniawan Kurniawan (Ina) Team Jabar Muda
65 Ade Solihin (Ina) Bintang Kranggan Cycling Club
66 Arri Pratama (Ina) Putra Perjuangan
67 Yusrizal Usoff (Mas) Malaysia National Team
68 Awang Sumbodho (Ina) Araya Indonesia Cycling Team
69 Rachmadani (Ina) Bintang Kranggan Cycling Club
70 Idris Purnama Kasih (Ina) Binong Baru Club
71 Projo Waseso (Ina) Kutai Kartanegara Cycling Team 0:03:43
72 Nunung Burhanudin (Ina) Putra Perjuangan 0:03:44
73 Ahmadfakrullah Alis (Mas) Malaysia National Team
74 Alvin Firlandi (Ina) DKI Jakarta 0:05:22
75 Chris Glasby (Aus) Eddy Hollands Bicycle Services 0:14:14
76 Yudiansyah Yudiansyah (Ina) DKI Jakarta
77 Rizky P Anugerah (Ina) DKI Jakarta
78 Dean Gathercole (Aus) Eddy Hollands Bicycle Services
79 Ibnu Rully Faroka (Ina) United Bike Kencana Team 0:15:06
80 Kriswo (Ina) Binong Baru Club
DNF Irvan Firmanyah (Ina) Binong Baru Club
DNF Ricky Rinaldy (Ina) Team Jabar Muda

Monday, November 1, 2010

Etape 8 dikuasai pembalap Malaysia


Diwarnai hujan dan panas yang berganti-ganti sejak dari Surabaya ke Madiun, pebalap Ahmaf Fakrullah dari tim nasional Malaysia akhirnya memenangi etape VIII Speedy Tour d'Indonesia 2010, Senin (1/11/2010) dengan waktu 4 jam 21menit 58 detik...



Sejak awal balapan, para pebalap terus melakukan break atau upaya melepaskan diri dari rombongan besar pebalap. Namun, para pebalap akhirnya selalu dapat tertangkap oleh rombongan besar.

Di klasemen umum, Herwin Jaya dari Polygon Sweet Nice tetap mempertahankan yellow jersey atau kaus kuning sebagai pebalap tercepat. Di belakangnya Fatahillah Abdullah dari tim DI Yogyakarta ada di posisi kedua klasemen.

Pembalap Polygon Sweet Nice Herwin Jaya berhasil mengamankan Yellow Jersey yang masih dikenakan. Dia kini mengemas total waktu, 22 jam, 1 menit, dan 3 detik. Dia kini berada di puncak klasemen sementara setelah menyelesaikan etape kedelapan, Surabaya-Jember, 111,6 km, Senin (1/11).

Kendati hasil etape kedelapan kemarin, Herwin finish diposisi ke-39, posisinya tidak tergoyahkan. Pada etape kedelapan ini dimenangi pembalap Malaysia, Ahmadfakrullah Alis, dengan catatan waktu 4.21’58”. Dia menyentuh finish bersama rombongan terdepan bersama 63 pembalap.

Herwin Pertahankan Gelar
Menyisakan dua etape, peluang Herwin menjadi jawara balapan grade 2.2 ini cukup terbuka. Pelatih Polygon Sweet Nice, Wawan Setyobudi menegaskan peluang Herwin menjadi juara cukup besar. “Dengan etape tersisa, peluang menjadi juara cukup terbuka. Apalagi kita memiliki tim yang cukup kompak, dibanding tim-tim lain,” aku Wawan saat dihubungi selepas balapan.

Saat ini Herwin terpaut dengan terpaut 14 detik dengan peringkat kedua, Fatahillah Abdullah dari ISSI Jogjakarta. Fatahillah sendiri kemarin finish diposisi ke-28. Tetapi catatan waktu yang dibukukan Fatahillah dan Herwin tidak terpaut. Keduanya masuk rombongan besar bersama pemenang etape kedelapan. Sehingga selisih waktu tidak ada perubahan.

Hasil etape kedelapan kemarin tidak seperti tujuh etape yang sudah dilalui. Hanya ada dua pembalap Polygon Sweet Nice yang finish diposisi sepuluh besar. Dua pembalap itu adalah Mat Nur (finish 5) dan Rastra Patria (7). Sementara dua pembalap lainnya, Hari Fitrianto menyentuh finish diurutan 49 dan Sergey Kudentsov breada di posisi ke-78 terpaut 5 menit.

“Memang hasil kemarin kurang memuaskan. Biasanya kita bisa menempatkan tiga sampai empat pembalap,” terang Wawan. Meski hanya dua pembalap yang masuk 10 besar, Polygon Sweet Nice masih memimpin klasemen sementara kategori tim. Tim asal Kota Pahlawan ini memiliki total waktu, 65.33’24”. Sementara diposisi kedua, CCC Solo membuntuti dan terpaut 2’56”.

Perebutan nomor Sprint di Etape VIII
Di etape VIII Speedy Tour d'Indonesia 2010 ini, para pebalap akan bersaing memperebutkan tiga nomor sprint yang dilombakan.

Nomor sprint pertama ada di kilometer 81,9 atau di Kantor Bupati Probolinggo. Nomor kedua ada di kilometer 112,1 atau di depan kantor telkom Klakah. Sementara nomor sprint ketiga ada di kilometer 169,7 kilometer atau di depan kantor kepala desa Rambi Puji.

Para pebalap segera memulai real start di 11 kilometer selepas pelepasan di depan kantor Walikota Surabaya. Para pebalap pagi ini diuntungkan dengan cuaca sejuk yang cukup mendukung balapan.

"Iya enak cuacanya. Yang jelas kita ambil aman. Saling kontrol," ujar Herwin Jaya, pemegang yellow jersey dari tim Polygon Sweet Nice.

Pada etape kesembilan akan menempuh jarak 192,1 km dari Gilimanuk menuju Denpasar. “Ini adalah rute yang paling disukai Herwin. Disini banyak rolling-rolling menjelang Tabanan. Mudah-mudahan Herwin mampu menyelesaikan etape kesembilan, untuk mengunci gelar,” tandas mantan sprinter nasional ini.

source:Dian kuyinK

Sunday, October 31, 2010

Rasta Pembalap Tercepat etape 7


Pebalap Polygon Sweet Nice (PSN) Surabaya, Rastra Patria menjadi yang tercepat etape VII dari Madiun menuju Surabaya pada Speedy Tour d’Indonesia (TDI) 2010, Minggu.

Pebalap asal Yogyakarta ini mampu membukukan catatan waktu 03.42.13 disusul pebalap Power Move Srilanka, Martin Mueller dan posisi tiga direbut Fatahilah Abdulah dari Pengprov ISSI Yogyakarta dengan membukukan waktu yang sama...




“Kemenangan ini hasil kerja keras dari awal lomba. Saya juga juga sempat memimpin tiga kali. Tapi upaya untuk menang terjadi satu kilometer dan saya bisa menang,” kata Rosta Patria usai perlombaan.

Menurut dia, angin kencang di Nganjuk hingga Kertosono membuat tenaga terkuras. Namun dengan kerja keras dan kerja sama tim akhir bisa lepas dari rombongan besar dan mampu menjadi yang tercepat.

Pebalap setelah dilepas di Alun-Alun Madiun langsung melesat memimpin rombongan. Jalanan datar membuat semangat mengayuh sepeda lebih tinggi, terutama bagi pebalap spesialis sprint.

Lepas dari Kota Madiun, pebalap dihadapkan dengan jalan sedikit menanjak di Saradan. Di lokasi itu pebalap saling bergantian dalam memimpin perlombaan.

Salah satu kendala yang dihadapi pebalap di jalur ini adalah banyaknya lintasan rel kereta api. Hari Fitrianto dari Polygon Sweet Nice (PSN) Surabaya menjadi korban di lintasan tersebut.

Pebalap yang mengenakan kaos merah putih itu sempat terjatuh saat melintasi rel kawasan tersebut, namun masih tetap melanjutkan perlombaan.

Khusus pengaman jalur, aparat keamanan bekerja sigap. Terbukti jalur yang akan dilintasi pembalap steril dari kendaraan. Animo masyarakat tinggi di sepanjang jalur yang dilintasi balapan.
Sepanjang jalan Kabupaten Nganjuk-memasuki Jombang banyak warga antusias mengibarkan bendera menyambut rombongan pebalap yang telah start dari tanggal 24 Oktober 2010.

Pada titik sprint di depan The Legend Water Park Baron Kertosono pebalap dari tujuh (7) Eleven Filipina, Sherwin F Carrera dan posisi berikutnya direbut pebalap Malaysia National Team yaitu Mohd Zamri dan Ahmad Fallanie.

Untuk titik sprint kedua di Alun-Alun Mojoagung, giliran pebalap tujuh (7) Eleven lainnya Mark John Laxer Galedo. Selanjutnya diposisi dua direbut pebalap Malaysia National Team, Mohd Sahrul Mat Amin dan Imam Suparman dari DKI Jakarta.

Hingga memasuki KM 123, empat (4 ) tepatnya di depan Rumah Sakit Citra Medika pembalap tujuh (7) Eleven Filipina Jonipher B Ravina memimpin sekitar 50 meter di depan rombongan besar yang salah satu pebalapnya Hari Fitrianto dari PSN Surabaya.

Memasuki Krian Sidoarjo pebalap dalam rombongan besar berusaha menambah kecepatannya karena sekitar 20 Km memasuki garis finis di Taman Bungkul Surabaya. Teriknya matahari tidak mengendurkan semangat untuk menjadi yang tercepat.

Meski sebelumnya cuaca panas, menjelang masuk Kota Surabaya atau kurang lebih tiga kilometer menjelang finis, kondisi jalan berubah karena sebelumnya diguyur hujan yang cukup deras.

Hingga mendekati garis finis pebalap tetap dalam rombongan besar dan akhirnya pebalap dari Polygon Sweet Nice (PSN) Surabaya, Rosta Patria menjadi yang tercepat di kota asal timnya.

Setelah menyelesaikan etape VI, Senin (1/11), seluruh pebalap akan menjalani etape VII dari Surabaya menuju Jember dengan jarak tempuh 192,1 Km.

Hasil Etape 7 Tour de Indonesia 2010 Madiun – Surbaya 164.8km
1 Rosta Patria Dinawan (Ina) Polygon Sweet Nice 3:42:13
2 Martin Mueller (Swi) Power Move Srilanka
3 Fatahilah Abdulah (Ina) Pengprov Issi Daerah Istimewa Yogyakarta
4 Mohd Sahrul Mat Amin (Mas) Malaysia National Team
5 Herwin Jaya (Ina) Polygon Sweet Nice
6 Moezedin Seyed Rezaerkhormz (IRI) Vali ASR Kerman
7 Setiawan Iwan (Ina) Customs Cycling Club Indonesia
8 Sam Davis (Aus) Eddy Hollands Bicycle Services
9 Alex Malone (Aus) CCN – Colossi
10 Hartono Gunawan (Ina) Customs Cycling Club Indonesia

source: zonasepeda

Saturday, October 30, 2010

Ferinanto, Juara di Kampung Halaman


Kejutan terjadi di Etape 6 Speedy Tour de Indonesia 2010. Pembalap Ferinanto untuk pertama kali keluar sebagai juara , sedangkan Herwin Jaya berhasil merebut Jersey (Kaus) Kuning...

Ferinanto keluar sebagai pemenang setelah menyentuh garis finis pertama di Madiun, Sabtu (30/10/2010). Pembalap United Bike Kencana ini berhasil unggul atas pembalap Polygon Sweet Nice (PSN) Sergey kudentsov dan pembalap Malaysia Mat Amin.

Ferinanto mengaku senang bisa menjadi juara di Madiun, yang merupakan kampung halamannya sendiri. “Kemenangan ini sata persembahkan untuk masyarakat Madiun dan sekitarnya,” ujar Ferinanto kepada wartawan dalam jumpa pers.

Pria kelahiran Madiun ini memang sudah mengincar kemenangan di trek Yogyakarta-Madiun sejak awal. “Sebenarnya saya sudah menargetkan kemenangan di sini sejak awal lomba. Saya menggunakan etape pertama untuk latihan saja,” lanjut pembalap kelahiran 1978 itu.

Sementara itu, Herwin juga berhasil merebut Kaus Kuning dengan unggul atas rekan setim. Tidak hanya itu, Jersey Kuning juga berhasil dikenakannya setelah mencatat waktu terbaik 13:56:52 detik. Pembalap kelahiran Probolinggo unggul atas Heri Fitrianto.

“Saya sangat senang bisa mendapatkan Kaus kuning serta Kaus Merah dan Putih. Sebab, terpenting adalah kedua kaus ini dipertahankan oleh tim kami,” demikian tandas pembalap yang sudah memperkuat Polygon sejak 2007 itu.


Berikut Hasil Etape 6:
Klasemen Umum Pembalap Indonesia Berdasarkan Waktu (Kaus Merah Putih)
Pembalap Tim Catatan Waktu
1.Herwin Jaya (PSN) 13:56:52
2.Hari Fitrianto (PSN) 13:56:53
3.Fatahilah Abdullah (YOG) 13:57:13


Klasemen Pembalap Berdasarkan Poin (Kaus Hijau)
1.Budi Santoso (UBK) 13 Poin
2.Herwin Jaya (PSN) 7 poin
3.Fallanie Ali Ahmad (MAS) 7 poin


Klasemen Pembalap Secara Keseluruhan (Kaus Kuning)
1.Herwin Jaya (PSN) 13:56:52
2.Hari Fitrianto (PSN) 13:56:53
3.Lex Nederlof (CLS) 13:57:04


Klasemen Tim Secara Umum
1.Polygon Sweet Nice 41:19:00
2.CCN – Colossi 41:22:00
3.Costums Cycling Clubs 41:22:23


source:okezone

Friday, October 29, 2010

Pembalap tanah Air Siap hadapi Etape 6

Foto: Pembalap Polygon Sweet Nice Herwin Jaya & pembalap United Bike Kencana Budi Santoso

Para pembalap sedang dalam kondisi fit menghadapi balapan Etape 6 Speedy Tour d’ Indonesia 2010. Mereka sangat berambisi menjadi yang terbaik di rute Yogyakarta-Madiun kali ini...


Dihapusnya balapan Etape 5 yang mengambil rute Semarang-Yogyakarta memang sangat menguntungkan para pembalap. Pasalnya, ini membuat mereka memiliki cukup waktu untuk memulihkan kondisi badan setelah lelah bertarung melewati Etape 4.

“Kondisi saya cukup fit untuk mengikuti balapan di Etape 6. Saya bertekad mempertahan Jersey Hijau yang saat ini masih saya pegang,” tegas Budi Santoso, pembalap United Bike Kencana yang sempat terjatuh di Etape 4, Rabu (26/10/2010) kemarin.

Peluang Budi mempertahankan Jersey Hijau memang sangat besar karena mengumpulkan 11 poin. Sebab, pesaingnya sprinter Prasetya Heksa dari Tim Customs Cycling Club cukup jauh dari jangkauannya. Sebenarnya, M. Taufik berpeluang merebut Jersey Hijau. Sayang dia tidak finis di Etape 4.

Sementara itu hingga Etape 6, dominasi Tim Polygon Sweet Nice (PSN) masih terlihat jelas. Jersey Kuning masih dikenakan Hari Fitrianto, sedangkan untuk Jersey Merah Putih dipakai rekan setimnya Herwin Jaya. Herwin bertekad mempertahankan posisi ini hingga etape terakhir.

“Saya tidak memikirkan Jersey Hijau. Saya hanya bberambisi mempertahankan Jersey Merah Putih. Apalagi, Jersey Kuning yang dikenakan Hari, karena ini merupakan kaus paling bergengsi di turnamen ini,” tandas pembalap PSN ini.

Berikut Hasil STdI Hingga Etape 4:
Klasemen Pembalap Berdasarkan Waktu (Kaus Kuning)
Pembalap Catatan Waktu
1.Hari Fitrianto (PSN) 10:19:56
2.Erwin Jaya (PSN 10:19:58
3.Lex Nederlof (CCN Colosini) 10:20:07

Klasemen Pembalap Berdasarkan Poin (Kaus Hijau)
Pembalap Poin
Budi Santoso (United Bike Kencana) 11
M. Taufik (Yogyakarta) 9
Prasetya Heksa (Custom Cycling Club) 6

Klasemen Pembalap Indonesia Tercepat (Kaus Merah putih)
Pembalap Catatan Waktu
Hari Fitrianto (PSN) 10:19:56
Herwin Jaya (PSN) 10:19:58
Matnur (PSN) 10:20:08

source:okezone

Sepeda Tercepat Speedy TDI 2010

Sekedar berbagi info aja tentang sepeda yang digunakan oleh tim POLYGON SWEETNICE dan Tim OCBC Singapore dalam Speedy TDI tahun ini



spesifikasi...


berbanggalah karena sepeda ini produksi dalam negeri.
dan hasilnya adalah:

Matnur dan Tim PSN tercepat etape 1


Sergey Kudenstov Kuasai Etape 4

sedikit bocoran : harganya adalah Rp.43.000.000
.

Thursday, October 28, 2010

Etape 5, Etape Peduli Merapi


Sebanyak 90-an pebalap memulai Etape Peduli Merapi, Kamis (28/10/2010). Etape ini menjadi pengganti etape 5 Semarang menuju Yogyakarta yang dibatalkan karena meletusnya gunung Merapi.

Pagi tadi, para pebalap dilepas di depan kantor Gubernur Jawa Tengah oleh Wakil Gubernur Rustriningsih pukul 09.30. Mereka akan bersepeda sejauh 10 kilometer lepas Semarang. Setelah itu mereka akan transfer ke Yogya dengan bus...



Sekitar 10 kilometer menjelang kota Yogyakarta, para pebalap akan kembali bersepeda memasuki kota Yogyakarta. Rencananya mereka akan mengenakan pita hitam tanda ikut berdukacita.

Sebelumnya, karena hari pelepasan bersamaan dengan hari Sumpah Pemuda, acara pelepasan diawali dengan mengheningkan cipta. "Yah, ini kan bersepeda santai saja. Untuk menggerakkan badan sekaligus turut berduka," ujar Fatahillah Abdullah, pebalap tim DI Yogyakarta.para pebalap akhirnya menghentikan aktivitas bersepedanya di kantor Satuan Brimob Polda Jawa Tengah di Jalan Perintis Kemerdekaan, pukul 10.15, Kamis (28/10/2010) pagi tadi. Mereka tidak akan membalap ke Yogya, melainkan naik bus.

"Ini merupakan upaya transfer dari Semarang ke Yogyakarta setelah etape lima Speedy Tour d'Indonesia 2010 itu batal diselenggarakan" ujar Direktur Lomba Phanny Tanjung.

Para ofisial tim kemudian menyimpan sepeda di truk ofisial, sementara para pebalap naik kendaraan menuju Yogya. Rencananya, mereka akan kembali bersepeda 10 km menjelang Yogya.

Sergey Kudentsov PSN Surabaya Juara Etape 4 Tour de Indonesia 2010



Pebalap Polygon Sweet Nice (PSN) Surabaya, Sergey Kudentsov merebut juara pertama etape IV Speedy Tour d`Indonesia (TDI) 2010 yang finis di depan Kantor Telkom Kota Semarang, Rabu...



Pembalap asal Rusia itu mampu membukukan catatan waktu 02.06.00. Posisi kedua direbut pembalap dari Malaysia National Team Saleh Moch. Zamri dan posisi tiga Projo Waseso dari Kutai Kartanegara dengan catatan waktu yang sama.

Menjelang finis sempat terjadi insiden sehingga tiga pembalap terjatuh, di antaranya Budi Santoso dari United Bike Kencana dan Nugroho Krisnanto dari Pengprov ISSI Yogyakarta.

“Ini telah sesuai dengan target. Kalau jalur sprint memang kami mengandalkan Sergey,” kata manajer PSN Wawan Setyobudi usai perlombaan.

Menurut dia, dengan hasil ini peluang untuk mempertahankan diri di puncak klasemen baik secara perorangan maupun tim tetap terbuka. Apalagi pembalap PSN lainnya, Hari Fitrinanto tetap memegang kaos kuning atau pimpinan puncak klasemen.

Setelah bendera start dikibarkan oleh Wali Kota Pekalongan seluruh pembalap dalam rombongan besar langsung mengayuh sepedanya secepat mungkin karena etape IV dari Pekalongan menuju Semarang adalah etape terpendek atau hanya 101,5 km.

Hingga KM 17 rombongan dipimpin duet pembalap PSN Surabaya Herwin Jaya dan Hari Fitrianto. Setelah itu beberapa pembalap termasuk Imam Suparman dari DKI Jakarta giliran mempimpin dengan jarak kurang lebih 150 m di depan rombongan besar.

Setelah melalui tanjakan Alas Roban seluruh pembalap harus berhadapan dengan turunan yang cukup panjang. Akibatnya pembalap Pengprov ISSI Yogyakarta terjatuh di KM 18,5 sehingga harus diangkut menggunakan mobil ambulan karena tidak bisa melanjutkan perlombaan.

Selepas Alas Roban posisi pembalap terdepan terus bergantian. Jalur lurus membuka peluang pembalap spesialis sprint menunjukkan kebolehannya. Terbukti di titik sprint tepatnya di Pasar Cepiring pembalap itu mampu menjadi yang tercepat.

Di posisI pertama direbut Mark John Laxer (7 Eleven Filipina), Ahmad Fallanie (Malaysia National Team), Herwin Jaya (PSN Surabaya).

Hingga 10 km menjelang finis posisi pembalap terus bergantian. Bahkan pembalap asing 7 Eleven yang sebelumnya belum mampu menjadi yang terdepan berusaha mencuri dominasi pembalap lokal.

Namun dimikian, di tiga kilo meter menjelang finis terjadi perubahan posisi meski masih tetap dalam rombongan besar. Akhirnya pembalap PSN Sergey Kudentsov mampu menjadi yang tercepat.

Sementara Itu, Pebalap Polygon Sweet Nice (PSN) Surabaya, Hari Fitrianto mempertahankan posisi puncak klasemen Speedy Tour d`Indonesia (TDI) 2010 hingga etape IV dan tetap berhak memakai kaos kuning tanda pimpinan klasemen.

Meski di etape IV dari Pekalongan menuju Semarang yang finis di depan Kantor Telkom Semarang, Rabu, tidak berada di posisi terdepan, pebalap asal Probolinggo itu tetap aman di puncak klasemen dengan catatan waktu 10.19.56.

“Etape ini cukup ketat. Banyak sprinter tim lain yang berusaha menjadi yang terdepan. Tapi saya bermain aman untuk tetap mempertahankan kaos kuning,” katanya usai perlombaan.

Menurut dia, semakin banyak etape yang dilalui semakin banyak pula tekanan yang dihadapi. Untuk itu pihaknya bersama anggota tim yang lain akan berusaha mempertahankan kaos kuning hingga menyentuh garis finis di Denpasar Bali.

Saat ini, kata dia, tim-tim lain terutama dari luar negeri mulai menyodok ke depan. Terbukti pebalap dari 7 Eleven Filipina, Mark John Laxer mampu menjadi yang tercepat di titik sprint pada KM 53.

Etape V dari Semarang menuju Yogyakarta dibatalkan oleh panitia terkait dengan peningkatan aktivitas Gunung Merapi diperbatasan Jawa Tengah dan Yogyakarta. Sesuai dengan rencana seluruh pebalap akan melalui lereng gunung tersebut tepatnya di Selo, Boyolali.

Selain mengamankan kaos kuning, pebalap asal Probolinggo itu juga mempertahankan kaos merah putih atau puncak klasemen pebalap perorangan kategori nasional dengan catatan waktu yang sama.

Dengan demikian, Hari Fitrianto telah mempertahankan diri sebagai pemegang koas kuning dan kaos merah putih pada dua etape yang telah dilaluI. Sebelumnya kaos kuning dipegang rekan satu timnya, Sergey Kudentsov.

Berikut hasil Etape 4 Pekalongan – Semarang 101.5km :
1 Sergey Kudentsov (Rus) PSN 2:06:00
2 Mohd Zamri Saleh (Mas) MAS
3 Projo Waseso (Ina)
4 Ahmad Fahrullah Alias (Mas) MAS
5 Rully Ibnu (Ina)
6 Mohd Shahrul Mat Amin (Mas) MAS
7 Fatahilah Abdullah (Ina)
8 Martin Müller (Swi)
9 Alvin Firlandi (Ina)
10 Alex Malone (Aus)
11 Heksa Priya Prasetya (Ina)
12 Rakhmadani (Ina)
13 Arin Iswanna (Ina)
14 Ade Solihin (Ina)
15 Ari Pratama (Ina)
16 Awang Sumbodo (Ina)
17 Andri Prawata (Ina)
18 Patria Rastra (Ina) PSN
19 Teddy Adrian (Ina)
20 Jelly Dorisman (Ina)
21 Edy Susanto (Ina)
22 Mohammad Zangi Abadi (IRI) Vali Asr Kerman Team
23 Baler Ravina (Phi)
24 Robert Wijaya (Ina)
25 Elan Sutomo Riyadi (Ina)
26 Agus Suhariawan (Ina)
27 Saeed Nateghi (IRI) Vali Asr Kerman Team
28 Endra Wijaya (Ina)
29 Lex Nederlof (Ned)
30 Edi Purnomo (Ina)
31 Galih Wardana (Ina)
32 Purnomo Didit (Ina)
33 Herwin Jaya (Ina) PSN
34 Adi Ahmad Zukardi (Ina)
35 Idris Purnama Kasih (Ina)
36 Edmunds John Hollands (Aus)
37 Iman Suparman (Ina)
38 Marcus Leong Yong Yi (Sin)
39 Nanto Ferry (Ina)
40 Irvan Firmanyah (Ina)
41 Ali Reza Asgharzadeh (IRI) Vali Asr Kerman Team
42 Warseno (Ina)
43 Dadi Suryadi (Ina)
44 Bayu Satrio (Ina)
45 Fauzian Syah (Ina)
46 Ali Ahmad Fallanie (Mas) MAS
47 Adi Wibowo (Ina)
48 Kaswanto Kaswanto (Ina)
49 Kurniawan (Ina)
50 Yusrizal Usoff (Mas) MAS
51 Yuli Hariyanto (Ina)
52 Matnur Matnur (Ina) PSN
53 Hasan Basarahil (Ina)
54 Robin Manulang (Ina)
55 Amin Saryana (Ina)
56 Lemuel Lee (Sin)
57 Mark John Lexer Guevarra (Phi)
58 Erik Suprianto (Ina)
59 Rizky Anugrah Pekelti (Ina)
60 Hari Fitrianto (Ina) PSN
61 Parno (Ina)
62 Joel Calderon (Phi)
63 Seyed Moezeddin Seyed Rezaei Khormizi (IRI) Vali Asr Kerman Team
64 Nunung Burhanudin (Ina)
65 Ricky Rinaldy (Ina)
66 Kriswo (Ina)
67 Agus Sofian Ziad (Ina)
68 Yudiansyah Yudiansyah (Ina)
69 Nugroho Krisnanto (Ina)
70 Iwan Setiawan (Ina)
71 Yonata Pungky (Ina)
72 Ali Usman (Ina)
73 Budi Santoso (Ina)
74 Nicolas Winter (Swi)
75 Roger Nathan Dahlberg (NZl)
76 Calvin Sim (Sin)
77 Eko Bayu Nur (Ina)
78 Hartono Gunawan (Ina)
79 Jaeel Islami (IRI)
80 Sherwin Carrera (Phi)
81 David Treacey (Mlt)
82 Sam Davis (Aus)
83 Alexander Smyth (Aus) 0:02:35
84 Maruli Fajar (Ina)
85 Tots Oledan (Phi)
86 Peter Griffin (Aus) 0:10:14
87 Chris Clasby (Aus)
88 Dean Gathercole (Aus) 0:19:47
DNF Will Wettenhall (Aus)
DNF Muhammad Taufik (Ina)

Klasemen Pembalap Total Waktu (Jersey Kuning)
General Classification after Stage 4
Result
1 Hari Fitrianto (Ina) PSN 10:19:56
2 Herwin Jaya (Ina) PSN 0:00:02
3 Lex Nederlof (Ned) 0:00:11
4 Roger Nathan Dahlberg (NZl)
5 Matnur Matnur (Ina) PSN 0:00:12
6 Fatahilah Abdullah (Ina) 0:00:22
7 Edmunds John Hollands (Aus)
8 Seyed Moezeddin Seyed Rezaei Khormizi (IRI) Vali Asr Kerman Team 0:00:24
9 Budi Santoso (Ina) 0:00:25
10 Parno (Ina) 0:00:34

Klasemen Pembalap Total Poin (Jersey Hijau)
Pembalap – Poin
Budi Santoso (UBK) 11
M. Taufik (YOG) 9
Prasetya Heksa (CCC) 6

Sumber (ant)

Tuesday, October 26, 2010

Fatahillah Kuasai etape 3


Pebalap dari Pengprov ISSI Yogyakarta, Fatahilah Abdullah merebut juara etape III Speedy Tour d’Indonesia 2010 dari Cirebon menuju Pekalongan dengan catatan waktu 03.07.23 detik, pada Selasa...


Dengan menjadi yang tercepat di etape III maka pembalap dari Pengrov ISSI Yogyakarta ini telah membukukan dua kemenangan. Sebelumnya dietape II, M. Taufik menjadi yang tercepat. "Saya sangat bersyukur dengan kemenangan ini. Memenangi etape ini cukup berat diraih jika tidak mendapatkan bantuan dari Projo Waseso (Kutai Kartanegara Team)," kata mantan pembalap Sulawesi Selatan ini kepada ANtara, usai perlombaan.

Menurut dia, jika tidak mendapatkan bantuan dari pembalap KKT itu, kemungkinan besar juara akan lepas dari pembalap Indonesia. Karena ada pembalap Malaysia dan Filipina yang berada diposisi depan.

Untuk itu, kata dia, kerja sama tim untuk meraih hasil yang terbaik harus dilakukan. Jika tidak, peluang untuk menjadi yang terbaik lebih berat karena tidak mendapatkan dukungan terutama rekan satu tim. "Meski perlombaan sempat tertunda, itu tidak menjadi masalah bagi kami. Kami akan tetap maksimal untuk etape-etape selanjutnya," katanya menambahkan.

Setelah Fatahilah posisi dua tercepat yang menyentuh garis finis adalah Projo Waseso dari KKT dengan catatan waktu 03.07.23 dan posisi tiga direbut oleh Rachamadani dari BTK dengan catatan waktu yang sama.

Menanggapi kemenangan yang diraih oleh anak asuhnya manajer tim Pengprov ISSI Yogyakarta, M. Basri mengaku puas karena etape ketiga merupakan target untuk dimenangkan oleh pembalapnya. "Ini sudah sesuai dengan rencana. Seluruh pembalap telah maksimal dalam mengupayakan kemenangan ini. Kami berharap di etape-etape berikutnya bisa lebih maksimal," katanya saat dikonfirmasi.

Menurut dia, untuk menghadapi etape IV dari Pekalongan menuju Semarang berjarak 101 km, pihaknya tetap akan mengandalkan pembalap yang mempunyai spesialisasi sprint seperti Fatahilah Abdulah dan Nugroho Krisnanto.

Etape IV dari Pekalongan menuju Semarang itu banyak terdapat jalur datar dengan demikian bisa dipastikan persaingan menjadi yang tercepat kembali ketat.

Monday, October 25, 2010

Profil M. Taufik. Juara etape 2


Taufik memang pembalap yang bagus, sejak tergabung di tim Jamoe Iboe Yogyakarta, taufik selalu merajai balapan di kategori Yunior, sempat juga membalap bersama tim terbaik Indonesia saat itu, Wismilak International Team, dan sekarang merapat di WSP (warung sego penyet) management Cycling Team Jogja. Hingga akhirnya tergabung dan mengikuti TDI 2010 Atas nama ISSI DIY. (dika-red)

berikut profil tentang M. Taufik. Juara etape 2 bandung-Cirebon:


Saat masuk Kota Yogyakarta tahun 2003, M Taufik hanya berpikiran untuk bekerja. Sama sekali tidak ada pikiran untuk menjadi atlet, belum ada pikiran untuk menjadi pebalap sepeda, apalagi menjadi pebalap profesional....


”Waktu itu saya datang ke Yogyakarta untuk bekerja di Rumah Makan Sego (Nasi) Penyetan milik Pak Dadang, bukan untuk bersepeda,” ujar Taufik, Senin (25/10), seusai meraih gelar sebagai pebalap terbaik tahapan kedua Speedy Tour d’Indonesia 2010 di Kota Cirebon, Jawa Barat.

Taufik menuturkan, kebetulan ia memang suka sepeda sejak kecil. Kebetulan lagi, sang pemilik rumah makan, yaitu Dadang Haries Poernomo, punya klub sepeda bernama ”Warung Sego Penyetan”.

Sama seperti kakak lelakinya, Toni Lukman, yang juga bekerja di rumah makan yang sama lalu bergabung dengan klub sepeda milik Dadang, Taufik juga bergabung dengan klub sepeda tersebut.

Saat bergabung, Taufik langsung berlatih dengan sepeda balap. Ia juga langsung melatih dirinya di nomor road race atau jalan raya.
Mulai serius

Dari yang semula main-main, Taufik kemudian mulai serius menekuni balap sepeda. ”Pak Dadang itu juga yang melatih saya,” ujar Taufik.

Pebalap kelahiran Rogojampi, Banyuwangi, Jawa Timur, 11 April 1984, ini lalu mulai diikutkan ke tim yunior sepeda Jamu Iboe oleh Dadang. Bersama tim barunya, Taufik menjadi juara satu ajang Wismilak Criterium Series, 2004-2005.

Dadang Haries Poernomo, yang juga menjadi pengurus Pengprov ISSI DI Yogyakarta, menuturkan, ia semakin tertarik dengan talenta yang dimiliki Taufik. Berbekal prestasi sebagai pebalap yunior, Taufik langsung bergabung dengan tim balap sepeda Pengprov DI Yogyakarta. Timnya juga mengikuti lomba balap sepeda Tour d’Indonesia dan juga Tour de Singkarak.

”Saya betul-betul senang melihat tim bisa mendapat peringkat terbaik. Saya akan terus memberikan yang terbaik untuk tim saya,” ujar Taufik.

Kini, dengan prestasi yang ia miliki, Taufik punya impian untuk menjadi pebalap inti tim nasional.

”Ya, harapannya di seleksi tim nasional saya bisa masuk, saya ingin menjadi pebalap inti tim nasional,” ujar Taufik.

Lintasan menantang

Tentang kesannya membalap di Tour d’Índonesia 2010, Taufik berujar, lintasan yang ia lalui sejauh ini betul-betul sulit dan menantang.

Rute jalan yang semula datar tiba-tiba berubah menjadi tikungan yang menanjak dan diikuti turunan curam. ”Ditambah hujan deras tadi, sebetulnya itu menyulitkan pandangan. Tetapi, saya terus saja membalap. Tantangan juga buat saya,” ujar Taufik.

Taufik tidak menyangka bisa memenangi tahapan kedua dengan kondisi lintasan yang juga padat dengan arus lalu lintas kendaraan di beberapa jalur.

”Jalanan sangat crowded. Tidak seperti di luar negeri,” ujar Taufik yang pernah membalap di Malaysia.

Soal etape berikutnya—yang melintas dari Cirebon, Jawa Barat, hingga ke Pekalongan, Jawa Tengah, Selasa ini, Taufik tidak mau memasang target terlalu muluk. Ia mengatakan akan lebih fokus membantu rekan-rekannya yang lebih dijagokan untuk memenangi jalur datar. Meski demikian, Taufik mengatakan tetap bakal berusaha keras untuk kembali mendapatkan 1.000 dollar AS, hadiah bagi pemenang etape.


source:Dian kuyinK

M. Taufik Kuasai etape 2



Pembalap sepeda Pengprov ISSI DI Yogyakarta M Taufik jadi yang tercepat pada Etape II Speedy Tour d’Indonesia (TdI) 2010 kemarin. Pembalap kelahiran Banyuwangi berusia 23 tahun ini mencatat waktu 4 jam, 50 menit, 29 detik.


Posisi kedua direbut Nunung Burhanudin dari Putra Perjuangan Bandung dengan catatan waktu 4 jam, 50 menit, 32 detik.Tempat ketiga diraih Sergey Kudentsov (Polygon Sweet Nice) dengan catatan waktu 4 jam, 50 menit,42 detik. Etape II ini menempuh jarak 204,5 km mulai dari Kota Bandung sampai Kota Cirebon. Selain menjadi rute terpanjang dari 10 etape yang dilalui pada TdI 2010,Etape II memiliki medan yang sulit karena melintasi jalur berliku, tanjakan curam, turunan panjang, banyak lubang, dan kondisi jalan bergelombang.

”Kondisi rute yang berat ini menjadi tantangan bagi para pembalap. Namun,saya tetap berusaha sekuat tenaga berada bersama rombongan terdepan. Setelah berhasil dua kali break bersama rombongan terdepan, menjelang finis saya berusaha menjadi yang terdepan,” ujar Taufik. Sukses ini membuat Taufik berharap bisa masuk dalam skuad tim nasional dan tampil di berbagai event balap sepeda penting.

”Saya ingin sekali bisa masuk tim inti nasional,” kata Taufik. Harapan Taufik tak berlebihan, apalagi penampilannya pada Etape II terbilang konsisten.Pada intermediate sprint pertama di BRI Bareng Nyalindung atau tepat di 121,3 km, dia masuk dalam rombongan pembalap terdepan bersama tiga pembalap lainnya. Ketiga pembalap lainnya adalah Budi Santoso (United Bike Kencana Team), Dadi Suryadi (Putra Perjuangan), dan Warseno (Tirta Cycling Team).

”Sprint pertama sangat berat karena selain jalurnya berupa turunan curam, kondisinya sedang hujan. Hal itu membuat pandangan agak kabur dan menghambat laju sepeda. Namun, itu dapat diatasi,” ungkap Taufik. Selepas dari wilayah Cimalaka dan memasuki Paseh, Kabupaten Sumedang, sekitar pukul 12.30 WIB, hujan cukup lebat mengguyur jalur yang dilalui para pembalap.

Baru setelah memasuki wilayah Tomo, sekitar pukul 13.00 WIB hujan mulai berhenti dan pembalap dapat melaju normal. Tantangan yang dihadapi pembalap bukan hanya medan berat. Kondisi lalu lintas yang semerawut sering kali menghambat,terutama saat melintasi sejumlah pasar tradisional yang tersebar di antara Kabupaten Bandung. Sumedang, Majalengka, hingga Cirebon. Hal itu dikeluhkan Kudentsov yang kali ini finis di urutan ketiga.

”Etape II memang sangat berat bagi saya.Apalagi,kondisi lalu lintas yang semerawut dan kendaraan besar masih ada yang melintas dari arah berlawanan sehingga sangat membahayakan pembalap,”papar pembalap asal Rusia ini. Meskipun Kudentsov hanya finis di urutan ketiga,dia tetap berhak menggunakan yellow jersey. Berdasarkan klasemen umum,Kudentsov mencatatkan waktu terbaik dari dua etape yang sudah dilalui, yaitu 5 jam,6 menit,30 detik.

”Ini berkat bantuan teman-teman yang bekerja sama tampil kompak secara tim,”katanya. Posisi kedua dan ketiga klasemen umum pun masih dikuasai pembalap Polygon Sweet Nice, yaitu Herwin Jaya dan Hari Fitrianto (5 jam, 6 menit, 30 detik). Pada Etape II ini keduanya tidak masuk dalam 10 besar pemain yang finis tercepat. Meski demikian, Herwin masih memimpin klasemen umum pembalap tercepat untuk kategori peserta dalam negeri. Herwin pun berhak mengenakan red and white jersey yang sebelumnya dikenakan Matnur, rekan satu timnya di Polygon Sweet Nice.